Diduga Jadi Tempat Oplos Elpiji, Bareskrim Gerebek Toko di Nganjuk, Amankan Lebih dari 1.000 Tabung

POJOKBANDUNG.COM, NGANJUK – ”Sekitar pukul 23.00 WIB ada banyak orang di dalam gudang yang mengangkat elpiji.

Diduga Jadi Tempat Oplos Elpiji, Bareskrim Gerebek Toko di Nganjuk, Amankan Lebih dari 1.000 Tabung


Ilustrasi tabung gas elpiji 3 kilogram subsidi. Foto : Rian Alfianto/JawaPos.com. Sementara foto atas, toko tabung elpiji yang diduga melakukan oplosan di Kelurahan Cangkringan, Kecamatan Nganjuk. FOTO: Novanda Nirwana.

Suaranya brok… brok,”.

Itulah pengakuan Saifudin, 55, warga Jalan Lurah Surodarmo, Kelurahan Cangkringan, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, yang melihat kegaduhan di sebuah toko tak jauh dari tempat tinggalnya pada Kamis malam (5/3/2026).

Diketahui, suara gaduh itu berasal dari penggeledahan yang dilakukan Bareskrim Polri di toko tersebut.

Polisi sedang mencari barang bukti.

Akhirnya terungkap bahwa operasi itu merupakan buntut dugaan adanya praktik pengoplosan elpiji bersubsidi di lokasi tersebut.

Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi membenarkan adanya penggerebekan tersebut.

”Benar ada kegiatan penggerebekan oleh Bareskrim Polri. Polres Nganjuk hanya dilibatkan dalam pengamanan kegiatan,” jelasnya.

Fajar menambahkan, seluruh proses penanganan perkara kini berada di bawah kewenangan Bareskrim Polri.

Termasuk pendalaman kasus dan pengamanan barang bukti yang kabarnya mencapai lebih dari 1.000 tabung gas elpiji oplosan.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih mengaku sudah mendapatkan pemberitahuan dari kepolisian sebelum operasi berlangsung.

Untuk tindak lanjut dan proses hukum, Handariningsih mengatakan semuanya ditangani Bareskrim Polri.

”Kami hanya menerima laporan ada penggerebekan oplosan elpiji,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Commrel CSR Pertamina MOR V Ahad Rahedi juga belum bisa menjelaskan secara rinci terkait proses penggerebekan tersebut pada Kamis malam (5/3/2026).

“Nanti akan kami rilis,” terangnya.

Berdasarkan pengamatan wartawan koran ini, toko yang diduga menjadi lokasi pengoplosan elpiji itu pada bagian depan hanya menjual sembako.

Di bagian belakang terdapat gudang.

Diduga, di tempat itulah praktik pengoplosan elpiji bersubsidi dilakukan.

Karena itu, polisi memasang garis polisi di area gudang.

Sayang, pemilik toko belum bisa dimintai komentar karena tokonya dalam keadaan tutup. (nov/wib/tyo/ris/Jawa Pos)

 

 

loading...

Feeds

Ratusan Buruh Demo PT VinFast Subang

POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Tuntut mempekerjakan kembali 12 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik …