Dikira Puting Beliung, Ternyata Atap Sekolah Ambruk, Puluhan Murid dan Guru SMKN 1 Cileungsi Kabupaten Bogor Luka

Kadisdik Jawa Barat, Dr. H. Purwanto saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu 10 September 2025. Foto: Muhammad Ali/Radar Bogor

Kadisdik Jawa Barat, Dr. H. Purwanto saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu 10 September 2025. Foto: Muhammad Ali/Radar Bogor

POJOKBANDUNG.COM, KABUPATEN BOGOR – Nuryani mengira suara keras itu berasal dari angin puting beliung.

Sebelum kemudian atap kelas SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), tiba-tiba ambruk dan menimpanya.

“Beruntung aku ditolong kakak kelas,” kata siswi Kelas X Teknis Logistik SMKN 1 Cileungsi itu kepada Radar Bogor, Rabu (10/9/2025).

Dua ruang kelas SMKN 1 Cileungsi yang ambruk itu berada di lantai dua sekolah tersebut.

Menurut Nuryani, pada kemarin pagi itu, dua kelas tersebut diisi oleh siswa kelas X dan XI.

“Tapi, ada juga kelas XII tadi PKL (praktik kerja lapangan) atau apa gitu,” ujarnya.

Total ada 29 murid dan dua guru yang menjadi korban luka dalam insiden tersebut. Sebanyak 26 orang di antaranya dirawat di RS Thamrin, Cileungsi.

Sedangkan tiga murid lainnya dan kedua guru dirawat di RS Merry, Cileungsi. Sampai kemarin, sudah ada yang diperbolehkan pulang.

Camat Cileungsi Adi Henryana menjelaskan, beberapa korban masih menunggu tindakan medis lanjutan.

“Ada beberapa yang perlu di-scan, dan dipastikan bahwa kondisi tangannya atau kakinya tidak apa-apa,” ujarnya.

Menurut Nuryani, saat kejadian sekitar pukul 09.00, kelas yang dia tempati sedang tidak ada pelajaran.

“Karena itu, banyak yang berada di luar kelas,” katanya.

Tinjau Lapangan

Bupati Bogor Rudy Susmanto langsung merespons setelah mendapat laporan terkait kondisi sekolah.

Ia mengunjungi tempat kejadian perkara.

Ia menegaskan bahwa keselamatan siswa dan kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi prioritas utama.

Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang, tak lama setelah kejadian, langsung menghubungi dirinya dan wakil bupati.

“Pemprov Jabar ingin memastikan bahwa KBM tidak terganggu, dan minta berkolaborasi bersama-sama dengan Pemkab Bogor,” ujar Rudy kepada Radar Bogor. (cr1/ttg)

loading...

Feeds

Ratusan Buruh Demo PT VinFast Subang

POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Tuntut mempekerjakan kembali 12 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik …