POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Beberapa waktu terakhir, sejumlah warga negara Indonesia (WNI) di Jepang tersangkut masalah kriminalitas.

Iliustrasi. Imbauan KBRI Tokyo dan KJRI Osaka di media sosial dalam menanggapi video beredar diduga WNI membuat keresahan dan ketidaknyamanan warga Jepang di Osaka. Foto: KBRI Tokyo
Sementara foto atas, ilustrasi suasana Jepang. Foto :Istimewa Jawapos.com.
Para WNI di Jepang tersebut tersangkut masalah mulai dari kekerasan, pencurian, perampokan, dan lainnya.
Dalam waktu dekat, WNI yang tinggal di Jepang yang dikenal sebagai negeri sakura itu akan mendapatkan pembinaan moral, spiritual, dan mental.
Upaya pembinaan WNI di Jepang itu disampaikan Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Ansor Addin Jauharudin di sela kunjungannya ke Jepang. Dalam kunjungan itu, Addin meresmikan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) dan Ansor University di sana.
Dia menyampaikan tekat untuk memberdayakan diaspora Ansor yang ada di luar negeri.
Dia mengatakan mempunyai inisiatif strategis di bidang pemberdayaan sumber daya manusia yang bertujuan meningkatkan kompetensi kader dan memperluas peluang kerja.
Dalam kunjungan tersebut, Addin mengajak para pekerja migran untuk tetap menjaga semangat, profesionalisme, dan solidaritas di tengah tantangan.
Serta tidak terpengaruh isu-isu negatif yang berkembang.
Dia mengatakan keberadaan WNI di Jepang bukan hanya untuk memperluas peluang kerja. “Tetapi juga untuk memastikan saudara-saudara kita di perantauan tetap mendapat pembinaan moral, spiritual, dan mental yang kuat,” katanya, Jumat (15/8/3025).
Addin berpesan jangan biarkan isu negatif memecah persatuan.
“Tetaplah bekerja dengan penuh dedikasi, karena Anda adalah duta bangsa di mata dunia,” ujar Addin.
Untuk diketahui kunjungan ke Jepang itu juga bertepatan dengan pelantikan Pimpinan Cabang GP Ansor Jepang masa khidmat 2025–2027.
Acara itu dihadiri sejumlah kader Ansor di Jepang, perwakilan asosiasi pekerja migran, serta difasilitasi oleh KSP DAYA Inspirasi Bangsa (DAYA).
Yaitu sebuah koperasi simpan pinjam yang telah lama mendampingi pekerja magang migran Indonesia.
Melalui koordinasi DAYA, para pekerja migran mendapatkan kesempatan langsung untuk mendengarkan orasi kebangsaan dari Ketua Umum GP Ansor.
Sementara itu peluncuran BUMA Ansor dan Ansor University menjadi tonggak penting bagi GP Ansor dalam mengintegrasikan pemberdayaan SDM, diplomasi ekonomi, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Sehingga tenaga kerja Indonesia tidak hanya mampu bersaing secara global. Tetapi juga menjadi teladan dalam integritas, profesionalisme, dan kontribusi positif di negara tempat mereka bekerja. (wan/jawa pos)




















