1.271 KK Terdampak Banjir Jember, Satu Orang Meninggal, Enam Rumah dan Tiga Jembatan Rusak

POJOKBANDUNG.COM, JEMBER – Banjir akibat luapan air sungai di Jember, Jawa Timur pada Senin (15/12/2025) lalu, mengakibatkan kerusakan infrastruktur.

1.271 KK Terdampak Banjir Jember, Satu Orang Meninggal, Enam Rumah dan Tiga Jembatan Rusak

Jembatan yang menghubungkan Dusun Kluncing dengan Dusun Krajan Selatan, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Jember putus setelah dihantam banjir pada Senin (15/12/2025). Sementara foto atas, Kondisi banjir di Jember setelah diguyur hujan deras lebih dari 6 jam, Senin siang – sore (15/12/2025). Foto : Dok. Instagram @explorejember_

Rumah, fasum, serta tiga jembatan hancur. BPBD Jember mencatat sebanyak 1.271 kepala keluarga (KK) terdampak banjir.

Sementara satu korban meninggal akibat terseret arus saat banjor di Jember tersebut.

Kepala BPBD Jember Ita Tri Purnomo mengatakan, wilayah yang kebanjiran yaitu Kecamatan Patrang, Kaliwates, Sumbersari, Pakusari, Rambipuji, Kalisat, Ledokombo, Arjasa, serta Jelbuk.

Banjir disebabkan luapan air sungai.

”Hujan lebat membuat debit Sungai Bedagung, Kalijompo, Rambangan, Mayang, Gila, dan Dinoyo naik,” ucapnya.

BPBD mendata enam rumah rusak ringan hingga berat. Selain itu, ada tiga jembatan yang rusak diterpa banjir.

”Dua jembatan rusak berat dan satu rusak ringan,” papar Ita.

Kerusakan jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Darungan Selatan dengan Darungan Utara, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, membuat akses dari Ajung ke Sukorambi terputus.

Bagian penyangga sisi selatan jembatan roboh. ”Sling penahan jembatan putus,” kata Sito, 55, warga sekitar jembatan.

Tanah Longsor

Intensitas hujan yang tinggi memicu longsor di Kecamatan Ledokombo, Arjasa, dan Jelbuk.

Akses menuju desa tertutup. Tanah longsor juga menutupi sawah seluas 300 meter persegi

Hingga berita ini ditulis, petugas terus berupaya membersihkan material longsor. Petugas mencatat tidak ada korban jiwa.

Menurut Ita, banjir mulai surut pada Senin (15/12) malam.

Warga yang mengungsi, telah kembali ke rumahnya.

”Kami mengimbau warga tetap waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi,” terangnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Wahyudi mengungkapkan, pihaknya berkoordinasi dengan TNI, Polri, relawan, dan perangkat daerah untuk menangani banjir dan longsor.

”BPBD bersama unsur terkait telah melakukan penanganan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga wilayah pesisir yang terdampak ombak besar,” ujarnya.

Total, 1.271 KK terdampak banjir. Satu korban meninggal akibat terseret arus. Di antara warga kebanjiran terdapat 16 lansia, 10 balita, dan satu ibu hamil yang menjadi prioritas penanganan.(jum/kin/bas/aph/Jawa Pos).

loading...

Feeds

Ratusan Buruh Demo PT VinFast Subang

POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Tuntut mempekerjakan kembali 12 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik …