Harga Cabai Anjlok di Ciwidey, Petani Keluhkan Biaya Produksi yang Terus Naik

Petani Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey memanen cabai di kebunnya. Foto : Agung Eko Sutrisno / Pojok Bandung

Petani Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey memanen cabai di kebunnya. Foto : Agung Eko Sutrisno / Pojok Bandung

POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG – Petani cabai di kawasan Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, mengeluhkan anjloknya harga cabai di tingkat petani yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat para petani kesulitan menutup biaya produksi yang terus mengalami kenaikan.

Salah seorang petani cabai asal Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Dani Saputra mengatakan, saat ini harga cabai gendot di tingkat petani hanya berkisar Rp9.000 per kilogram. Padahal, agar petani masih mendapatkan keuntungan dan mampu menutup modal tanam, harga ideal minimal berada di angka Rp15.000 per kilogram.

“Sekarang harga cabai turun jauh. Sementara biaya produksi terus naik, jadi petani makin berat,” kata Dani saat ditemui, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, tingginya biaya produksi menjadi persoalan utama yang saat ini dihadapi para petani. Harga pupuk dan obat-obatan pertanian disebut mengalami kenaikan rata-rata hingga 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, harga plastik mulsa yang biasa digunakan petani untuk budidaya cabai juga melonjak tajam. Jika sebelumnya satu rol plastik mulsa dijual sekitar Rp600 ribu, kini harganya mencapai Rp1,5 juta per rol.

“Kenaikannya sangat terasa. Mulsa sekarang mahal sekali, padahal itu kebutuhan utama untuk tanaman cabai,” ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat keuntungan petani semakin menipis. Bahkan tidak sedikit petani yang terancam merugi karena hasil penjualan panen tidak mampu menutup seluruh biaya produksi.

“Selain harga yang rendah, para petani juga menghadapi ketidakpastian cuaca yang memengaruhi kualitas hasil panen. Hal itu membuat petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan tanaman agar tetap bertahan,” ujar dia.

Dani berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga cabai di pasaran. Menurutnya, petani membutuhkan perhatian serius agar sektor pertanian tetap berjalan di tengah tekanan biaya produksi dan harga jual yang rendah.

“Kalau harga terus seperti ini dan biaya makin naik, petani bisa makin banyak yang berhenti menanam cabai,” katanya.

Para petani di Ciwidey juga berharap adanya bantuan subsidi sarana produksi pertanian serta pengawasan distribusi hasil panen agar harga di tingkat petani tidak terus mengalami penurunan. (kus)

loading...

Feeds

Ratusan Buruh Demo PT VinFast Subang

POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Tuntut mempekerjakan kembali 12 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik …