Jelang Idul Adha, Distan Kabupaten Bandung Perketat Jalur Masuk Ternak di Nagreg

POJOKBANDUNG.COM, KAB BANDUNG – Dinas Pertanian Kabupaten Bandung mulai memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayah Kabupaten Bandung menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania, mengatakan pengawasan difokuskan di kawasan Nagreg yang menjadi salah satu pintu masuk utama ternak dari luar daerah menuju Kabupaten Bandung.

“Lalu lintas hewan ini kita tempatkan di Nagreg. Di sana memang khusus untuk mengawasi hewan-hewan yang akan masuk ke Kabupaten Bandung,” ujar Ina, Minggu (17/5/2026).

Menurut Ina, pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi fisik hewan serta kelengkapan administrasi kesehatan ternak. Pengawasan diperketat untuk mengantisipasi masuknya hewan yang terindikasi membawa penyakit menular.

Ia menjelaskan, apabila ditemukan hewan ternak yang menunjukkan gejala sakit, maka petugas akan melakukan penanganan lanjutan dengan mekanisme karantina sementara di Rumah Potong Hewan (RPH) Baleendah.

“Jika berkenan tidak kembali, nanti kita tempatkan di RPH Baleendah untuk dikarantina dulu. Di sana kita siapkan dokter hewan dan paramedik yang mengawasi. Kalau nanti sembuh dan layak jual, bisa kita keluarkan. Jika tidak, tetap di sana atau dibawa pulang kembali,” katanya.

Ina menyebutkan, saat ini Distan Kabupaten Bandung menetapkan Mei sebagai “Bulan Peternakan” dengan fokus utama memastikan ketersediaan stok hewan kurban sekaligus menjaga kesehatan ternak menjelang Idul Adha.

Menurut dia, koordinasi antara Bidang Peternakan dan Bidang Kesehatan Hewan terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit hewan, termasuk sisa kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun ancaman zoonosis dari luar daerah.

“Kesehatan hewan ini terkait upaya pencegahan penyakit, bagaimana menjaga kesehatan calon hewan kurban. Peternakan memastikan ketersediaan stok, baik dari lokal Kabupaten Bandung maupun kiriman luar daerah untuk mendukung Hari Besar Keagamaan Nasional,” ujarnya.

Untuk mendukung pengawasan di lapangan, Pemerintah Kabupaten Bandung menerjunkan sebanyak 66 personel tenaga medik dan paramedik ke sejumlah titik pemeriksaan serta lokasi penjualan hewan kurban.

Selain itu, Distan Kabupaten Bandung juga menggandeng Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) serta Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran untuk membantu pemeriksaan kesehatan hewan di lapangan.

“Kami tidak sendiri, teman-teman dari PDHI juga membantu. Kemudian dari Fakultas Kedokteran Hewan Unpad juga menurunkan mahasiswa dan dosen untuk membantu,” ucap Ina.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, terdapat sekitar 547 lapak pedagang dan peternak yang menjadi sasaran pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Kabupaten Bandung.

Ina optimistis kualitas hewan kurban tahun ini tetap terjaga karena tingkat temuan kasus penyakit pada tahun lalu tergolong rendah. Ia juga menilai para peternak dan pedagang kini semakin memahami standar kesehatan hewan kurban sesuai ketentuan syariat dan medis.

“Kalau melihat kejadian kemarin, temuan penyakit sedikit, tidak sampai lima persen. Artinya hewan yang dijual sebagai calon kurban adalah hewan sehat. Para peternak kita sudah semakin paham bagaimana menyediakan hewan kurban yang benar secara syariah agama dan sehat secara medis,” pungkasnya. (kus)

loading...

Feeds

Ratusan Buruh Demo PT VinFast Subang

POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Tuntut mempekerjakan kembali 12 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik …