POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang mengimbau masyarakat mewaspadai bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor yang dipicu cuaca ekstrem.
Imbauan dari BPBD menyusul terjadinya sejumlah peristiwa tanah longsor di sejumlah wilayah. Salah satu titik tanah longsor terjadi di jalur provinsi Bukanagara yang berada di wilayah Kecamatan Cisalak, pada Minggu (3/5/2026).
“Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan agar meningkatkan kewaspadaan potensi bencana,” kata Kalak BPBD Subang Udin Jazudin, Senin (4/5/2026).
Peristiwa terbaru terjadi, kemarin di jalan provinsi penghubung Desa Darmaga- Desa Cupunagara atau tepatnya di wilayah Desa Cupunagara Kecamatan Cisalak, Kebupaten Subang.
Meski tak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menyebabkan terganggu lalu lintas di daerah itu lantaran adanya penerapan sistem buka tutup arus lalu lintas.
Kejadian longsor di jalur Bukanagara ini bukan kali pertama melainkan kerap terjadi akibat intensitas hujan deras menyebabkan terjadi longsor.
“Berdasarkan hasil asesmen BPBD, di wilayah itu ditemukan beberapa titik longsor, meski skalanya kecil, tepatanya di wilayah Blok Pasir Bedil. Oleh karena itu kami mengimbau warga, khusunya bagi pengendara agar lebih hati hati dan waspa saat melintasi jalur ini, terlebih saat turun hujan,” tambahnya.
Sementara itu, Uca pemilik kios di Jalur Bukanagara mengatakan, sebelum terjadi longsor, hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah itu sejak siang hingga sore.
Hujan deras yang berlangsung lama menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan memicu terjadinya tanah longsor di dua lokasi.
Material longsor menutup akses jalan antar desa dengan lebar lebih kurang 3 meter dan panjang terdampak sekitar 30 meter.
“Kemarin, BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Tagana dan warga melakukan pembersihan material longsor. Sekarang akses jalan sudah normal kembali,” katanya. (anr)




















