Gus Jazil: Muktamar NU Momentum Kenalkan UAW sebagai Kampus yang Tumbuh Bersama Masyarakat

POJOKBANDUNG.COM, SUBANG – Menyambut pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Universitas Arya Wangsa (UAW) mengirimkan buah nanas asli Subang untuk para muktamirin, Senin (24/8/2026).
Nanas tersebut merupakan hasil panen dari petani binaan UAW di Kabupaten Subang. Selain buah segar, pengiriman juga disertai berbagai produk olahan berbahan dasar nanas serta produk UMKM lainnya dari Kabupaten Subang.
Ikhtiar UAW Ikut Semarakan Muktamar NU ke-35
Pengiriman ini menjadi bagian dari kontribusi UAW dalam menyemarakkan Muktamar NU ke-35 sekaligus menjadi momentum memperkenalkan potensi pertanian, UMKM, dan produk unggulan Kabupaten Subang kepada warga Nahdliyin dari berbagai daerah di Indonesia.
Rektor UAW, Andik Kuswanto, mengatakan keikutsertaan tersebut bukan sekadar bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar NU, tetapi juga upaya membawa produk lokal Subang agar dapat dikenal lebih luas.
“Kegiatan ini merupakan dukungan dan sekaligus upaya kita untuk memperkenalkan kampus UAW sebagai kampus baru yang hadir di Kabupaten Subang kepada Nahdliyin dari seluruh nusantara,” kata Andik dalam rilis yang diterima wartawan.
Menurut Andik, keterlibatan UAW dalam kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari komitmen kampus untuk membangun hubungan yang erat dengan masyarakat, khususnya melalui pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin kehadiran UAW tidak hanya dirasakan dalam bidang pendidikan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satunya dengan mengangkat potensi pertanian dan UMKM Subang ke ruang yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, nanas yang dikirim merupakan produk dari petani binaan UAW. Hal tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap para petani yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengembangan komoditas unggulan Kabupaten Subang.
“Nanas ini adalah hasil dari petani Subang. Kami ingin muktamirin dan warga Nahdliyin yang hadir di Tambakberas bisa menikmati sekaligus mengenal bahwa Subang memiliki produk pertanian yang berkualitas,” tutur Andik.
Rencananya, buah nanas dan produk olahan UMKM tersebut akan dibagikan secara cuma-cuma kepada para muktamirin dan pengunjung di stand bazar UAW bersama Universitas Sunan Gresik (USG).
Andik berharap kehadiran produk-produk lokal Subang dalam rangkaian Muktamar NU ke-35 dapat membuka peluang jejaring yang lebih luas, baik bagi petani, pelaku UMKM maupun institusi pendidikan.
“Mudah-mudahan ini menjadi awal dari semakin luasnya jejaring Subang dengan daerah-daerah lain. Produk petani dan UMKM kita harus terus diperkenalkan, dan kampus harus hadir menjadi bagian dari ekosistem tersebut,” ujarnya.
Ruang Strategis Memperkenalkan UAW Kepada Nahdliyin
Founder UAW, Jazilul Fawaid atau Gus Jazil, berharap momentum Muktamar NU ke-35 dapat menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan UAW sebagai perguruan tinggi baru yang hadir dan tumbuh bersama masyarakat Kabupaten Subang.
“Momentum Muktamar ini sangat penting, karena warga Nahdliyin yang hadir datang dari berbagai daerah di Indonesia. Kami berharap kehadiran UAW bersama produk-produk unggulan Subang di Tambakberas tidak hanya memperkenalkan potensi daerah, tetapi juga memperkenalkan UAW sebagai kampus yang ingin tumbuh bersama masyarakat dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” kata Gus Jazil.
Ketua Fraksi PKB DPR RI ini menyebut pengenalan kampus tidak cukup hanya melalui informasi mengenai program pendidikan, tetapi juga perlu ditunjukkan melalui kiprah nyata di tengah masyarakat.
“Kami ingin UAW dikenal bukan hanya sebagai kampus baru, tetapi sebagai bagian dari ekosistem masyarakat Subang. Karena itu, kami membawa potensi petani dan UMKM Subang dalam momentum Muktamar ini. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengenal UAW dan melihat komitmen kampus untuk ikut mengembangkan potensi lokal,” ujarnya.
Gus Jazil menambahkan, jejaring Nahdliyin yang luas merupakan peluang bagi UAW untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak di masa mendatang.
“Mudah-mudahan dari momentum Muktamar ini lahir banyak silaturahmi dan kolaborasi baru. UAW ingin menjadi kampus yang terbuka, dekat dengan masyarakat, dan memiliki kontribusi nyata, khususnya dalam mengembangkan sumber daya manusia serta potensi ekonomi di daerah,” pungkasnya.
Muktamar NU ke-35 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Momentum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan jejaring warga Nahdliyin dari berbagai penjuru Nusantara. (**)

loading...

Feeds