POJOKBANDUNG.COM, WASHINGTON – Berbagai agenda Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi kendala.
Urusan tarif impor dibatalkan oleh Mahkamah Agung Negeri Paman Sam tersebut.
Rencana menyerang Iran juga terhalang, salah satunya oleh penolakan warga negara sekutu Amerika Serikat yaitu Inggris.
Survei oleh YouGov yang melibatkan 5.637 orang dewasa sebagai responden menunjukkan bahwa 58 persen warga Inggris menolak skenario pemberian izin kepada AS untuk melancarkan operasi militer ke Iran menggunakan pangkalan angkatan udara Inggris.
Rinciannya, mengutip kantor berita IRNA, 38 persen mengatakan mereka “sangat menentang” langkah tersebut, sedangkan 20 persen lainnya mengatakan mereka “agak menentang.”
Yang menentang pun datang dari berbagai pendukung partai.
Menurut jajak pendapat yang hasilnya dipublikasikan pada Sabtu (21/2/2026), 48 persen pendukung Partai Buruh yang berkuasa, 47 persen pendukung Partai Liberal Demokrat, dan 68 persen pendukung Partai Hijau Inggris dan Wales mengatakan mereka sangat menentang.
Dari Washington DC, sejumlah legislator Partai Demokrat di Komite Luar Negeri, Angkatan Bersenjata, dan Intelijen DPR memperingatkan Trump yang sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran.
Menurut mereka, serangan semacam itu akan membahayakan anggota militer AS dan berisiko menyeret sekutu mereka di kawasan itu, termasuk Israel, ke dalam konflik yang lebih luas.
“Tanpa kerangka diplomatik yang lebih luas, serangan militer akan mendestabilisasi, berbahaya, dan kontraproduktif terhadap upaya untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah,” kata Gregory W. Meeks, legislator Demokrat dari New York, Adam Smith dari Washington DC, dan Jim Himes dari Connecticut, dalam sebuah pernyataan bersama, seperti dikutip dari AFP.
Sedangkan dari Teheran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kembali bahwa negara yang dia pimpin “tidak akan tunduk” pada tekanan dari kekuatan dunia di tengah pembicaraan nuklir dengan AS.
“Kekuatan-kekuatan dunia berbaris untuk memaksa kita menundukkan kepala. Tetapi, kita tidak akan menundukkan kepala meskipun menghadapi semua masalah yang mereka ciptakan untuk kita,” kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan langsung oleh televisi pemerintah.
Pangkalan di Yordania
Sementara itu, citra satelit baru dan data pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa sebuah pangkalan di Yordania tengah menjadi pusat utama bagi perencanaan militer AS untuk kemungkinan serangan terhadap Iran.
Citra yang diambil pada hari Jumat (20/2/2026) itu menunjukkan lebih dari 60 pesawat tempur diparkir di pangkalan tersebut, yang dikenal sebagai Muwaffaq Salti.
Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat jumlah jet serbu yang biasanya ada di sana.
Namun, menurut seorang pejabat Yordania yang identitasnya dirahasiakan, pesawat dan peralatan AS ditempatkan di sana sebagai bagian dari perjanjian pertahanan dengan negara tersebut. (idr/ttg/Jawa Pos)




















