POJOKBANDUNG.COM, KABUPATEN BANDUNG – Kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok geng motor di wilayah Kabupaten Bandung.

Ilustrasi geng motor. Foto : Dokumentasi JAWA POS RADAR BROMO. Sementara foto atas, potongan gambar CCTV sekelompok geng motor di wilayah Kabupaten Bandung melakukan penganiayaan. Foto : ISTIMEWA
Aksi geng motor tersebut terekam kamera pengawas dan videonya beredar luas di media sosial.
Peristiwa penganiayaan oleh geng motot itu diduga terjadi di Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung pada Minggu (1/2/2026) dini hari.
Rekaman CCTV yang viral menunjukkan adanya aksi kekerasan di jalanan yang diduga melibatkan rombongan geng motor.
Dalam video tersebut, terlihat sekitar sepuluh orang mengendarai sepeda motor secara berboncengan melintas di kawasan Kampung Pojok.
Rombongan itu kemudian berpapasan dengan seorang pengendara yang datang dari arah berlawanan.
Diduga saat berpapasan, kelompok tersebut memepet korban dan melakukan pemukulan.
Akibatnya, korban terpaksa turun dari kendaraannya dan menjauh dari lokasi kejadian.
Setelah korban meninggalkan sepeda motornya, salah satu anggota rombongan diduga mengambil kendaraan tersebut dan membawanya kabur.
Aksi itu berlangsung cepat sebelum rombongan meninggalkan lokasi.
Salah seorang saksi mata, Andri (30) mengatakan gerombolan bermotor memang sering kali melintas di kawasan tersebut untuk konvoi.
“Sebenarnya bukan kali ini gerombolan serupa melintas, namun biasanya hanya lewat tanpa melakukan tindak kejahatan,” ujar dia, Rabu (4/2/2026).
Selain itu, ujar dia, pada malam kejadian penganiayaan memang terjadi secara cepat.
Dirinya saat itu sedang melintas bersamaan untuk pulang rumah setelah bekerja.
“Yang saya dengar suara motor di gas dan klakson bising, teriakan seperti akan tawuran terdengar. karena saya mau pulang dan sudah di gang, tak berani kembali untuk melihat, karena kalau dari gang terlihat sekitar 10an motor,” ucapnya.
Selain itu ujar dia, setelah kejadian sekitar 10 menit itu pihaknya baru berani melihat keluar namun korban sudah pergi.
Pihaknya mengaku resah dengan ulah ugal ugalan gerombolan motor seperti itu, dan meminta pihak kepolisian untuk mengusut dan mencari pelaku.
Menanggapi video viral tersebut, Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, membenarkan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan yang disertai perampasan kendaraan bermotor.
“Kini bahwa kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan kepolisian,” ujar dia, Rabu (4/2/2026).
Menurut Gofur, kejadian itu diperkirakan berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB.
Petugas kepolisian dari Polsek Margaasih telah diterjunkan untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara.
“Selain olah TKP, kepolisian juga tengah menganalisis rekaman CCTV yang beredar guna mengidentifikasi para pelaku. Upaya pengumpulan keterangan dari saksi di sekitar lokasi juga terus dilakukan,” ujar dia.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari korban terkait kejadian tersebut.
Meski demikian, penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan kronologi dan unsur pidana dalam peristiwa itu.
“Kepolisian mengimbau korban agar segera melapor setelah identitasnya diketahui. Laporan resmi diperlukan guna mempercepat proses penanganan hukum dan pengungkapan para pelaku,” ucap dia. (kus)




















