POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Para petani padi di sejumlah daerah menyambut peringatan kemerdekaan dengan senyum.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Foto : Jawapos.com. Sementara foto atas, sejumlah petani melakukan panen raya di beberapa daerah. Petani menyambut baik harga gaban yang ditetapkan pemerintah mininal Rp 6.500 per Kg. Foto : Humas Kementan
Karena harga hasil panen petani yang tinggi dan menguntungkan.
Selain petani, kabar positif itu juga dirasakan sejumlah penggilingan padi kecil.
Jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan di Wonosobo, Jawa Tengah, momentum panen raya yang dilaksanakan pada 15 Agustus menjadi bukti hasil kerja keras petani yang didukung sinergi lintas pihak.
Kebahagiaan serupa juga datang dari petani Desa Latak, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Mereka menyampaikan hasil panen yang melimpah.
Kemudian harga jual gabah yang tinggi dan bagus. Sehingga membuat para petani bahagia.
Sementara itu kabar serupa datang dari Lampung Selatan. Kelompok Tani Rukun Tani 1, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung juga menyampaikan menikmati hasil panen gadu yang memuaskan. Mereka bersyukur mendapatkan harga lumayan bagus dan hasilnya melimpah. Panen gadu adalah panen padi yang dilaksanakan di musim kemarau.
Petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Padi mereka terjual dengan harga tinggi. Sehingga mereka merasa senang dan bahagia.
Apresiasi tidak hanya datang dari petani, tetapi juga pelaku usaha penggilingan padi skala kecil. Ahmad, pemilik penggilingan di Desa Banjarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa usahanya berjalan lancar tanpa hambatan.
“Setiap hari saya menggiling padi sekitar 1–2 ton. Stok saat ini sekitar 2 ton, beras sekitar 1 ton kurang,” kata Ahmad. Dia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Menteri Pertanian, atas kebijakan yang berpihak kepada pengusaha penggilingan padi kecil.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa terjadi pergeseran struktur pasar beras di Indonesia. Belakangan, stok beras di pasar tradisional melimpah, memberikan keuntungan bagi penggilingan kecil dan pedagang. Kondisi ini dinilai positif karena mendorong transparansi harga, memperkuat pelaku usaha kecil, serta tetap menjamin ketersediaan stok beras.
“Yang terjadi saat ini adalah pesta penggilingan kecil karena pasokan melimpah,” katanya. Amran menjelaskan saat ini terjadi hukum pasar. Pemerintah ingin agar usaha kecil tidak tertindas. Sehingga ekonomi kerakyatan tetap berjalan. Kondisi ini justru menurut pedagang dan penggilingan kecil menjadi berkah bagi mereka.
“Penggilingan kecil dan pengecer bahagia,” ujar Mentan Amran pada konferensi pers di Kantor Pusat Kementan.
Dalam berbagai kesempatan, Amran juga menekankan bahwa negara akan terus hadir bagi petani. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus memperjuangkan kesejahteraan petani Indonesia melalui dukungan sarana produksi dan penetapan harga yang menguntungkan. (wan/jawa pos)




















