Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tegaskan Pembinaan Siswa Nakal Bukan Pendidikan Militer, Minta Semua Daerah Bersiap

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat ditanya wartawan mengenai kesiapan daerah lain. Foto : Kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat ditanya wartawan mengenai kesiapan daerah lain. Foto : Kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan kalau pembinaan siswa-siswi nakal melibatkan tentara dan polisi di barak militer, bukan merupakan pendidikan militer.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi Kodim 0610 Sumedang untuk melihat para siswa SMP yang akan mulai menjalani pendidikan di barak militer.

Usai berbincang dengan sejumlah siswa SMP, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diwawancarai oleh para awak media mengenai durasi pendidikan.

“Yang punya metodologi Bupati, karena ini pengelolaannya di bawah Bupati, Pak Dandim, diawasi Pak Danrem,” tuturnya dilansir dari Radar Bogor (Grup JawaPos).

Dedi Mulyadi menyebutkan, jajaran Polri juga akan ikut mengawasi.

Nantinya, di barak militer, para siswa nakal akan diberikan pembekalan mengenai aturan lalu lintas, menghilangkan kebiasaan naik motor (sebelum usianya) dan kebiasaan main game.

Kemudian, Dedi menyampaikan dari sisi metodologi sudah sangat baik.

“Psikologi, tes kesehatan, cakupan gizi, berat badan, itu menjadi dasar utama bagaimana nanti sebelum masuk dan sesudah masuk perubahannya,” jelasnya.

Dedi menegaskan, hal ini menunjukkan ke publik, bukan pendidikan militer.

“Ini adalah pendidikan kedisiplinan siswa agar siswa mau minum air putih, agar siswa mau makanan bergizi, bernutrisi, mau berolahraga,” paparnya.

Karena, Dedi mengungkapkan, salah satu rekomendasi adalah anak-anak ini tidak pernah berolahraga.

Salah satu wartawan menanyakan daerah lain yang akan mengadakan pendidikan serupa.

Dedi mengatakan, Cianjur dan Kota Bekasi sudah mempersiapkan diri.

“Pokoknya semua daerah yang berkebutuhan dan para bupatinya juga jangan merasa gengsi dan takut,” tegasnya.

Jangan sampai, Dedi menambahkan, begitu tempat lain sudah tertib dan rapi, tapi di tempat lainnya malah berantakan.

“Nanti di kabupatennya ribut geng motor tidak terkendali, kan malu,” tandasnya. (jpc)

loading...

Feeds

Ratusan Buruh Demo PT VinFast Subang

POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Tuntut mempekerjakan kembali 12 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik …