POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal memperketat pengawasan minuman keras pada setiap agenda besar di Kota Bandung setelah menemukan banyak warga dalam kondisi mabuk saat perayaan juara Persib Bandung, Minggu (24/5/2026). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut razia miras akan dilakukan sejak dua hari hingga 24 jam guna mencegah gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat.
Langkah disiapkan sebagai bahan evaluasi setelah pesta juara Persib dipadati ratusan ribu Bobotoh dari berbagai daerah di Jawa Barat. Meski perayaan berlangsung meriah dan relatif kondusif, Pemkot Bandung menemukan sejumlah orang bergelimpangan dalam kondisi mabuk di beberapa titik keramaian pusat kota. Farhan mengatakan temuan itu didapat saat dirinya bersama jajaran melakukan pemantauan langsung di kawasan Alun-alun Bandung pada dini hari.
Kondisi warga yang kehilangan kesadaran akibat konsumsi alkohol dinilai sangat membahayakan, terutama di tengah kepadatan massa dan arus kendaraan. “Untuk evaluasi ke depan, kalau ada acara serupa, dua hari hingga 24 jam sebelumnya akan dilakukan razia minuman keras. Karena tadi subuh saat kami keliling di alun-alun banyak orang bergelimpangan dalam keadaan mabuk. Itu sangat membahayakan,” ujar Farhan, Minggu (24/5/2026).
Farhan mengungkapkan pesta kemenangan Persib seharusnya menjadi momentum kebahagiaan bersama tanpa diwarnai perilaku yang berpotensi menimbulkan kericuhan. Karena itu, pengawasan terhadap peredaran dan konsumsi minuman keras akan menjadi fokus utama pemkot pada kegiatan serupa berikutnya. Farhan menilai secara umum rangkaian konvoi dan pesta juara Persib tetap berjalan sukses. Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, manajemen Persib, serta aparat keamanan dinilai mampu menjaga situasi tetap terkendali di tengah membludaknya massa Bobotoh.
“Secara keseluruhan sudah sangat baik. Kerja sama antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, dan Persib sendiri berjalan sangat baik. TNI dan Kepolisian juga membantu luar biasa,” katanya.
Selain evaluasi soal miras, Farhan juga menyoroti kedewasaan Bobotoh dalam menjaga ketertiban selama pertandingan hingga konvoi berlangsung. Ia mengapresiasi para suporter yang tidak menyalakan flare selama laga berlangsung dan baru melakukan selebrasi setelah acara resmi selesai. Menurut Farhan, sikap tertib kedewasaan menunjukkan perubahan positif dalam budaya dukungan sepak bola di Kota Bandung.
Di tengah lautan manusia yang memenuhi jalanan kota, suasana tetap dapat dikendalikan tanpa gangguan besar yang menghambat jalannya acara. Rombongan konvoi diketahui mulai bergerak dari kawasan Gedung Sate sekitar pukul 08.00 WIB. Pada awal perjalanan, arus kendaraan dan massa masih relatif lancar sebelum akhirnya terjadi kepadatan saat memasuki pusat kota.
Kepadatan mulai terlihat di kawasan Alun-alun Bandung dan Jalan Asia Afrika karena tingginya antusiasme Bobotoh yang ingin menyambut langsung skuad Persib dan trofi juara. Meski lalu lintas sempat tersendat, aparat gabungan tetap mampu menjaga situasi tetap aman. Farhan menyebut keberhasilan pengamanan tidak lepas dari keterlibatan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga relawan yang disiagakan di sejumlah titik strategis. Petugas terus melakukan pengaturan massa agar arus konvoi tetap berjalan dan tidak memicu penumpukan berlebihan.
Perayaan juara Persib musim ini menjadi salah satu agenda dengan tingkat keramaian tertinggi di Kota Bandung sepanjang tahun 2026. Ribuan kendaraan dan lautan Bobotoh memenuhi sejumlah ruas jalan utama sejak pagi hingga malam hari.
Meski demikian, Pemkot Bandung memastikan evaluasi tetap dilakukan menyeluruh. Pemerintah ingin memastikan pesta rakyat berskala besar berikutnya tetap berlangsung aman, tertib, dan tidak diwarnai gangguan akibat konsumsi minuman keras.
Farhan berharap euforia kemenangan Persib dapat terus dirayakan secara positif oleh masyarakat. Ia juga meminta seluruh pihak bersama-sama menjaga Bandung tetap aman dan nyaman saat menjadi pusat perayaan besar yang melibatkan massa dalam jumlah besar.(dsn)




















