POJOKBANDUNG.com – Perebutan gelar Hydroplus Soccer League 2025/2026 U-15 seri Bandung semakin memanas jelang fase akhir kompetisi. Selisih poin yang sangat tipis membuat tiga tim teratas masih sama-sama berpeluang besar mengangkat trofi juara.
Goal Aksis sukses mengambil alih puncak klasemen setelah meraih kemenangan meyakinkan 4-0 atas Sidolig Putri. Hasil tersebut menjadi momentum penting bagi Goal Aksis untuk menggeser Mojang Priangan dari posisi teratas.
Di sisi lain, Mojang Priangan harus turun ke peringkat kedua usai hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Aksis Akademi. Tambahan satu poin membuat mereka kini mengoleksi 37 poin dan terus mendapat tekanan dari para pesaing terdekat.
Persaingan semakin ketat dengan kehadiran Akademi Persib Putri di posisi ketiga. Tim besutan Yudi Guntara itu mengumpulkan 36 poin, hanya terpaut satu angka dari Mojang Priangan. Kemenangan 3-1 atas Si Jalak Putri menjadi sinyal kuat peningkatan performa tim dalam beberapa laga terakhir.
Yudi mengungkapkan, perubahan signifikan pada timnya terjadi sejak putaran kedua, terutama dalam aspek fundamental permainan.
“Di awal, kami melihat basic seperti passing dan kontrol masih perlu diperbaiki. Kami fokus pada fundamental di latihan, dan sekarang hasilnya mulai terlihat,” ujar Yudi.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas sentuhan pertama menjadi faktor penting dalam terciptanya peluang hingga gol.
“Kalau sentuhan pertama tidak baik, sulit menciptakan peluang. Sekarang pemain sudah lebih konsisten,” katanya.
Menghadapi sisa pertandingan musim ini, Yudi menegaskan timnya akan tampil maksimal di setiap laga. Ia juga membuka peluang rotasi pemain untuk menjaga kebugaran tim.
“Kami akan fokus meraih tiga poin di setiap pertandingan. Rotasi juga penting agar semua pemain tetap siap,” ucapnya.
Sementara itu, pelatih Mojang Priangan, Imam Sujagad, menyoroti masalah penyelesaian akhir sebagai pekerjaan rumah utama timnya.
“Peluang sebenarnya banyak, tapi belum bisa dikonversi menjadi gol. Itu yang harus kami evaluasi,” kata Imam.
Ia juga mengakui tekanan dalam perebutan gelar semakin terasa seiring ketatnya persaingan di papan atas klasemen.
“Selisih poin sangat tipis, tentu ada tekanan. Tapi ini juga jadi motivasi untuk terus berkembang,” ujarnya.
Dengan jadwal pertandingan yang semakin padat, Imam menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik serta kedisiplinan pemain.
“Fisik harus dijaga karena jadwal cukup rapat. Disiplin menjadi kunci agar tetap konsisten,” ujarnya. (dbs)




















