Jumlah Jemaah Haji Kabupaten Bandung Menurun

Ratusan jemaah haji mengikuti pembekalan di Masjid Agung Al-Fathu. Foto : Agung Eko Sutrisno / Pojok Bandung

Ratusan jemaah haji mengikuti pembekalan di Masjid Agung Al-Fathu. Foto : Agung Eko Sutrisno / Pojok Bandung

POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG – Jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Bandung pada tahun ini tercatat sebanyak 582 orang, mengalami penurunan dibandingkan kuota pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah yang berkomitmen untuk memperjuangkan peningkatan kuota di masa mendatang.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyampaikan bahwa biasanya Kabupaten Bandung mendapatkan kuota sekitar 2.500 jemaah setiap tahun. Namun pada tahun ini jumlah tersebut berkurang secara signifikan.

“Kuota tersebut tidak mengurangi semangat pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah. Pemerintah tetap memastikan seluruh proses persiapan berjalan optimal,” ujar dia, Minggu (5/4/2026).

Sebagai bagian dari persiapan, para jemaah mengikuti kegiatan bimbingan manasik haji tingkat kabupaten yang digelar di Masjid Agung Al-Fathu. “Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pembekalan menyeluruh kepada jemaah sebelum keberangkatan,” ujar dia.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bandung, Dudi Suryadarma, menjelaskan bahwa manasik haji merupakan tahapan penting dalam mempersiapkan jemaah secara spiritual dan teknis. Ia menegaskan bahwa jemaah diharapkan mampu menjalankan ibadah secara mandiri.

“Manasik juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman jemaah terhadap rangkaian ibadah haji secara menyeluruh. Dengan demikian, jemaah tidak hanya siap secara fisik tetapi juga mental,” ungkap dia.

Dari total jemaah yang akan berangkat, mayoritas merupakan perempuan dengan jumlah mencapai 315 orang. Sementara itu, jumlah jemaah laki-laki tercatat sebanyak 267 orang.

“Selain itu, terdapat variasi usia yang cukup lebar di antara para jemaah, mulai dari usia 14 tahun hingga 90 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan ibadah haji melibatkan berbagai kelompok usia,” ujar dia.

Tema manasik tahun ini juga menekankan pada aspek inklusivitas dengan mengusung konsep ramah lansia, disabilitas dan perempuan.  “Hal ini dilakukan mengingat tingginya jumlah jemaah lanjut usia yang mencapai sekitar 30 persen,” ujar dia.

Pemerintah daerah berharap meskipun kuota menurun, kualitas pelaksanaan ibadah haji tetap terjaga. Para jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali membawa nilai-nilai positif. (kus)

loading...

Feeds

Ratusan Buruh Demo PT VinFast Subang

POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Tuntut mempekerjakan kembali 12 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik …