POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Puncak arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, terjadi Kamis (19/3/2026), ditandai dengan lonjakan jumlah penumpang yang terbagi dalam dua gelombang besar sejak pertengahan Maret.

Suasana arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Kamis (19/3/2027), terpantau ramai namun tetap kondusif. Penumpang bus antar kota dan provinsi datang sesuai jadwal keberangkatan, sementara petugas bersama DAMRI mengoperasikan armada tambahan untuk antisipasi lonjakan pemudik pada puncak arus mudik.Foto-foto: Taofik Achmad Hidayat/Pojok Bandung.
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi mengungkapkan peningkatan signifikan mulai terlihat 14 hingga 15 Maret dan kembali memuncak pada 18 hingga 19 Maret 2026, menjelang libur panjang Idulfitri.
Asep menyebut pada hari ini (19/3) jumlah pemudik masih berpotensi bertambah, meski tidak terlalu besar. Kenaikan diperkirakan berada di kisaran 5 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Namun demikian, potensi kenaikan juga dipengaruhi oleh kondisi operasional di lapangan, terutama terkait keterlambatan kedatangan armada dari berbagai daerah.
“Kemungkinan masih ada peningkatan, sekitar 5 persen. Tapi bisa juga terjadi penurunan karena armada dari jalur utara dan selatan mengalami keterlambatan,” ujar Asep saat ditemui di Terminal Cicaheum, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, di tengah lonjakan penumpang, kondisi di dalam terminal justru terpantau relatif kondusif. Tidak terlihat adanya penumpukan signifikan, karena mayoritas pemudik menggunakan bus malam dan telah mengantongi tiket sebelum keberangkatan.
“Pola kedatangan penumpang yang mengikuti jadwal tiket menjadi faktor utama yang menjaga arus pergerakan tetap lancar, meski volume pemudik meningkat tajam,” ucapnya.
Asep mengungkapkan untuk antisipasi lonjakan, pihak terminal bersama DAMRI telah mengoperasikan armada tambahan, terutama untuk rute-rute padat, Kuningan dan Indramayu.
“Bahkan, pada hari sebelumnya, permintaan penambahan armada sempat meningkat seiring tingginya minat masyarakat untuk mudik ke wilayah Jawa Barat bagian timur dan utara,” katanya.
Asep menjelaskan armada cadangan telah dikeluarkan, masing-masing satu unit untuk rute Kertajati dan dua unit untuk tujuan Ciledug, guna memastikan kebutuhan transportasi tetap terpenuhi.
Selain itu, koordinasi dengan DAMRI terus dilakukan untuk menyiapkan tambahan hingga lima unit armada cadangan, yang difokuskan melayani penumpang dengan sistem pemesanan tiket secara online.
Asep mengatakan langkah tambahan armada cadangan dinilai efektif, menekan potensi lonjakan penumpang mendadak di area terminal, sekaligus menjaga kenyamanan dan ketertiban selama arus mudik berlangsung.
“Kendala utama yang masih dihadapi, keterlambatan kedatangan bus akibat kemacetan di sejumlah jalur utama, khususnya jalur selatan, Malangbong dan Limbangan,” ucapnya.
Keterlambatan armada rata-rata berkisar antara satu hingga dua jam, sehingga petugas di terminal harus aktif memberikan informasi terkini kepada calon penumpang.
“Informasi posisi armada terus kami sampaikan agar penumpang tetap mendapatkan kepastian keberangkatan,” katanya.
Secara keseluruhan, peningkatan jumlah pemudik tidak hanya terjadi di terminal, tetapi juga merata di berbagai ruas jalan utama yang menjadi jalur penghubung antar daerah.
Sementara itu, Asep menyebutkan untuk Jumat (20/3/2026), pergerakan penumpang diperkirakan masih terjadi, namun tidak lagi signifikan seperti hari puncak, dengan dominasi perjalanan jarak dekat.
Asep menambahkan tiket untuk tujuan Jawa, terutama 17 hingga 18 Maret 2026, telah habis terjual, sehingga keberangkatan berikutnya lebih banyak diisi oleh penumpang sisa dan perjalanan silaturahmi jarak dekat.
Dari sisi pelayanan, pihak terminal memastikan tidak ada keluhan besar dari masyarakat selama periode arus mudik tahun ini, meskipun sempat terjadi kendala akibat keterlambatan armada.
Situasi berhasil diatasi dengan baik berkat koordinasi antara operator dan petugas di lapangan, sehingga pelayanan tetap berjalan optimal.
“Secara umum tidak ada keluhan besar. Armada juga tersedia cukup, bahkan dalam satu waktu bisa datang beberapa bus sekaligus, sehingga tidak terjadi penumpukan,” ujar Asep.(dsn)




















