50 PPKS Terjaring Dinsos, Mayoritas dari Luar Bandung

Seorang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) tampak duduk di trotoar kawasan Kota Bandung. Dinas Sosial Kota Bandung bersama instansi terkait terus menggiatkan penjangkauan PPKS untuk menjaga ketertiban dan melakukan pembinaan serta rujukan sesuai domisili masing-masing. Foto : Diwan Sapta Nurmawan/Radar Bandung/ Pojok Bandung

Seorang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) tampak duduk di trotoar kawasan Kota Bandung. Dinas Sosial Kota Bandung bersama instansi terkait terus menggiatkan penjangkauan PPKS untuk menjaga ketertiban dan melakukan pembinaan serta rujukan sesuai domisili masing-masing. Foto : Diwan Sapta Nurmawan/Radar Bandung/ Pojok Bandung

POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Penanganan Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kota Bandung tidak hanya menjadi urusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, sekitar 50 orang yang terjaring dalam penjangkauan terbaru, sebagian besar diketahui berasal dari luar daerah sehingga proses penanganannya perlu dilanjutkan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah sesuai domisili masing-masing.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakan penjangkauan terbaru hanya sekitar 20 persen PPKS yang ditemukan merupakan warga Kota Bandung. Sementara mayoritas lainnya berasal dari luar daerah.

“Hasil penjangkauan kemarin sekitar 50 orang. Kegiatan ini dilakukan secara kolaborasi bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Satpol PP Provinsi Jawa Barat, atas arahan Sekretaris Daerah Provinsi dan Gubernur,” ujar Yorisa, Kamis (24/9/2026).

Yorisa menjelaskan asal daerah menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah penanganan terhadap PPKS yang terjaring. Seluruh orang yang dijangkau petugas terlebih dahulu dibawa ke Kantor Dinsos Kota Bandung untuk menjalani asesmen dan pemilahan.

“Tahapan dilakukan karena pemerintah provinsi tidak memiliki kewilayahan langsung untuk menangani setiap PPKS. Setelah proses asesmen selesai, penanganan disesuaikan dengan domisili masing-masing,” katanya.

PPKS yang tercatat sebagai warga Kota Bandung akan mendapatkan pembinaan selama tujuh hari. Setelah itu, mereka akan dikembalikan kepada keluarga untuk melanjutkan kehidupan di lingkungan masing-masing.

“Warga Kota Bandung akan dibina selama tujuh hari, kemudian dikembalikan kepada keluarga. Sedangkan yang berasal dari luar daerah akan dirujuk sesuai dengan domisilinya masing-masing,” ucap Yorisa.

Yorisa mengungkapkan bagi PPKS yang berasal dari luar Jawa Barat, Dinsos Kota Bandung akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal untuk proses rujukan. Adapun PPKS yang masih berasal dari wilayah Jawa Barat akan dikoordinasikan dengan Dinsos Provinsi Jawa Barat.

“Penjangkauan kali ini dilakukan siang hingga sore hari, mulai sekitar pukul 14.00 sampai 19.00 WIB. Petugas menyasar sejumlah titik yang dinilai menjadi lokasi aktivitas PPKS,” ungkapnya.

Yorisa mengatakan mayoritas orang yang dijangkau merupakan gelandangan dan pengemis (gepeng). Mereka ditemukan beraktivitas pada waktu yang berbeda, termasuk mereka yang biasa beraktivitas siang maupun malam hari.

Menurutnya, petugas juga menemukan sejumlah pemilik gerobak yang kemudian ikut ditertibkan. Dalam proses penjangkauan dan pengangkutan, Dinsos mendapatkan dukungan dari sejumlah perangkat daerah lainnya.

Berbeda dari kegiatan sebelumnya yang banyak berpusat di kawasan Alun-Alun Bandung, penjangkauan kali ini diarahkan ke sepanjang Jalan Pasteur. Rute dimulai dari kawasan pintu keluar Tol Pasteur.

“Rute kali ini berbeda dari biasanya. Kalau biasanya berpusat di kawasan Alun-Alun, kali ini fokus sepanjang Jalan Pasteur, sesuai arahan dari pintu keluar Tol Pasteur,” ujar Yorisa.

Yorisa menuturkan perubahan rute menjadi bagian dari penyesuaian pola penjangkauan PPKS di Kota Bandung. Kegiatan juga dilakukan secara kolaboratif bersama Dinsos Provinsi Jawa Barat dan Satpol PP Provinsi Jawa Barat serta diselaraskan dengan arahan pemerintah terkait penataan dan keindahan kota.

Yorisa menyebut sebagian besar PPKS yang ditemukan dalam kegiatan terbaru merupakan wajah baru. Petugas hampir tidak menemukan kembali orang yang sebelumnya telah terjaring dalam penjangkauan.

“Banyak wajah baru. Hampir tidak ada yang berulang dari sebelumnya,” kata Yorisa. (dsn)

loading...

Feeds