Penuhi Janji Bantuan 1.000 Seragam Sekolah, Gerakan Anak Negeri Datangi Pusat Pengungsian di Aceh Utara

Penasehat Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu saat meninjau kondisi pasca bencana, di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Selasa (10/2/2026). ANDIKA EKA/RADAR DEPOK

Penasehat Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu saat meninjau kondisi pasca bencana, di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Selasa (10/2/2026). ANDIKA EKA/RADAR DEPOK

POJOKBANDUNG.COM, ACEH UTARA – Gerakan Anak Negeri (GAN) melanjutkan misi kemanusiaan di Provinsi Aceh, dengan menyambangi salah satu pusat pengungsian di Kabupaten Aceh Utara, tempat ratusan warga bertahan setelah kampung mereka hilang diterjang banjir bandang.

Penuhi Janji Bantuan 1.000 Seragam Sekolah, Gerakan Anak Negeri Datangi Pusat Pengungsian di Aceh Utara

Logo Gerakan Anak Negeri (GAN). Foto : Dokumentasi GAN

Di lokasi yang dipantau GAN tersebut, tenda-tenda pengungsian berdiri di dataran yang lebih tinggi dari permukiman lama warga.

Seluruh penghuni tenda merupakan keluarga dari satu kampung yang kini tak lagi berbekas.

Tersapu bencana beberapa bulan lalu.

Sudah hampir tiga bulan mereka hidup dalam keterbatasan, menunggu kepastian hunian tetap.

Penasehat Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu mengatakan, kedatangan pihaknya ke lokasi tersebut merupakan bagian dari komitmen yang telah dijanjikan sebelumnya. Menyerahkan 1.000 seragam sekolah bagi anak-anak terdampak bencana di Aceh.

“Ini adalah salah satu pusat pengungsian di kawasan ini. Ada kampung yang hilang di sana dan penduduknya mengungsi ke sini. Kita datang untuk memenuhi janji menyerahkan seragam sekolah untuk anak-anak SD dan SMP,” ujar Hazairin saat meninjau lokasi, Selasa (10/2/2026).

Ia memastikan, tempat itu menjadi titik penting karena seluruh penghuninya berasal dari satu kampung yang terdampak paling parah.

“Semua penghuni adalah keluarga yang kampungnya hilang. Mereka tidak punya kampung lagi dan sekarang tinggal di tenda-tenda ini. Sudah dua bulan mereka berada disini,” katanya.

Selama berada di lokasi, Hazairin berdialog langsung dengan warga. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah soal kepastian masa depan mereka.

“Mereka bertanya, kami di sini sampai kapan?. Saya sampaikan pemerintah sudah memiliki program pembangunan hunian sementara. Harapan mereka adalah bisa dikumpulkan kembali dalam satu komplek, tidak terpisah-pisah,” jelas dia.

Menurutnya, keinginan warga untuk tetap bersama bukan tanpa alasan. Mereka ingin struktur sosial tetap terjaga, dengan kepala dusun dan kepala desa yang sama seperti sebelum bencana.

“Mereka ingin tetap dalam satu kampung, dalam satu komunitas. Supaya tidak tercerai-berai. Dan lokasi ini memang lebih tinggi dibanding desa mereka yang hilang di bawah sana,” tambahnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, GAN memastikan penyerahan bantuan seragam sekolah akan dilakukan pada Rabu (11/2) pagi. Bantuan menyasar anak-anak tingkat SD dan SMP, yang kini menjalani aktivitas belajar dalam kondisi serba terbatas.

Hazairin berharap, bantuan tersebut dapat menghadirkan sedikit kebahagiaan di tengah situasi sulit yang masih dirasakan para pengungsi.

“Semoga seragam sekolah yang kita serahkan ini paling tidak bisa memberikan sedikit kegembiraan bagi anak-anak dan orang tua di tempat ini,” ujarnya.

Program pembagian 1.000 seragam sekolah ini telah dimulai dari Aceh Tamiang, dan akan berlanjut ke sejumlah wilayah lainnya.

Setelah dari Aceh Utara, rombongan dijadwalkan menuju Bireuen dan Bener Meriah

“Kita sudah menyerahkan sebagian di Aceh Tamiang. Sebagian di sini. Besok pagi kita ke Bireuen, dan sore hari ke Benar Meriah. Kita ingin memastikan bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar terdampak dari malapetaka banjir yang luar biasa,” tegas Hazairin.

Aksi kemanusiaan ini turut melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor sebagai mitra kolaborasi. Perwakilan PMI Kabupaten Bogor menyampaikan rasa syukur atas sinergi yang terjalin dalam membantu masyarakat Aceh.

“Kami dari PMI sangat bahagia dan bersyukur bisa berkolaborasi dengan Gerakan Anak Negeri. Apa yang dibutuhkan masyarakat Aceh yang terdampak bencana telah diinventarisir, dan kami bersama-sama berupaya mendukung kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kontribusi masyarakat Kabupaten Bogor dan Jawa Barat yang dihimpun melalui PMI dan berbagai elemen masyarakat.

“Ini adalah kontribusi besar dari masyarakat Kabupaten Bogor dan Jawa Barat. Kami berterima kasih atas kepedulian dan kebersamaan yang ditunjukkan melalui sumbangan langsung ini. Semoga bisa sedikit meringankan dan menghadirkan kegembiraan bagi mereka,” katanya.

Di tengah ketidakpastian masa depan hunian tetap, bantuan pendidikan menjadi salah satu simbol harapan bahwa kehidupan harus terus berjalan.

Bagi anak-anak di pengungsian, seragam sekolah bukan sekadar pakaian, tetapi penanda bahwa mereka tetap memiliki mimpi dan kesempatan, untuk melanjutkan pendidikan meski kampung halaman telah hilang.

Gerakan Anak Negeri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya melalui bantuan logistik, tetapi juga dukungan moral dan pendidikan bagi generasi muda Aceh. (ana)

loading...

Feeds

Ratusan Buruh Demo PT VinFast Subang

POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Tuntut mempekerjakan kembali 12 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik …