POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Antusisasme Bobotoh menyambut laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta mencapai puncaknya.
Kelompok suporter Viking Persib Club memastikan akan menghadirkan koreografi khusus sebagai bentuk dukungan, sementara manajemen Persib Bandung bersama kepolisian memperketat pengamanan demi menjaga laga tetap kondusif.
Ketua Viking Persib Club Tobias Ginanjar menyebutkan, koreografi yang akan ditampilkan pada laga Minggu mendatang disiapkan secara serius dan melibatkan sejumlah komunitas suporter Persib Bandung.
Bahkan, menurut Tobias, koreografi kali ini menjadi yang paling mahal sepanjang sejarah Viking.
“Kami fokus memberikan dukungan penuh kepada tim, tanpa melakukan hal-hal yang bisa merugikan Persib. Kami sudah menyiapkan persembahan terbaik, dan hari Minggu nanti akan ada koreo yang secara sejarah menjadi yang termahal yang pernah dibuat Viking,” ujar Tobias.
Ia menambahkan, koreografi tidak hanya dilakukan Viking, tetapi juga melibatkan komunitas suporter lain di beberapa tribun.
Koordinasi antarkelompok telah dilakukan agar atmosfer stadion tetap terjaga dan pertandingan berjalan menarik, baik di lapangan maupun di tribun penonton.
Meski demikian, Tobias menegaskan pentingnya menjaga sportivitas dalam memberikan dukungan.
Ia mengimbau Bobotoh untuk menghindari yel-yel bernada rasis maupun ujaran kebencian.
“Dukung Persib dengan cara-cara positif. Jangan sampai ada chant rasis atau ujaran kebencian karena yang kita jaga adalah nama baik Persib,” katanya.
Tobias juga mengingatkan agar Bobotoh yang tidak memiliki tiket tidak memaksakan diri datang ke stadion. Mengingat tiket telah habis terjual, ia meminta suporter mengikuti pertandingan melalui nonton bareng yang disiapkan di berbagai daerah.
Sementara itu, Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan mengapresiasi tingginya animo Bobotoh. Menurut dia, laga melawan Persija selalu memiliki makna khusus bagi pendukung Persib.
“Pertandingan ini bisa dibilang lebarannya Bobotoh. Kehadiran stadion penuh menjadi energi tambahan bagi tim. Kami sangat bersyukur, tetapi juga mengimbau semua pihak untuk tetap menjaga keamanan dan mengikuti aturan,” ujar Adhitia.
Adhitia mengungkapkan, sesuai kesepakatan dengan kepolisian, Persib menjual sebanyak 26.000 tiket untuk pertandingan tersebut.
Dari sisi pengamanan, koordinasi intensif dilakukan bersama kepolisian, komunitas suporter, serta penambahan jumlah steward di dalam stadion.
“Kami juga melibatkan akun-akun komunitas untuk mengimbau ketertiban, serta memantau media sosial untuk mengantisipasi potensi gangguan,” katanya.
Terkait kemungkinan masuknya pendukung Persija, Adhitia menegaskan bahwa antisipasi dilakukan bersama aparat keamanan.
Selain itu, komunikasi juga dijalin langsung dengan manajemen Persija agar turut memberikan imbauan kepada suporternya.
“Ini kolaborasi semua pihak, dari kepolisian, komunitas Bobotoh, hingga klub. Kami berharap jika ada potensi yang mengarah ke hal-hal tidak diinginkan, bisa segera dilaporkan dan ditangani,” ujarnya. (pra)




















