POJOKBANDUNG.COM, KABUPATEN BANDUNG — Realisasi investasi di Kabupaten Bandung, yang mencakup Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), tercatat mencapai Rp7,3 triliun hingga Triwulan III September 2025 berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Ilustrasi jembatan. Foto : Ainur Ochiem/R.Bjn.. Sementara foto atas, ilustrasi pembangunan jembatan Cijeruk segera rampung, jembatan ini menjadi akses penghubung ekonomi warga. Foto : AGUNG EKO SUTRISNO / POJOKBANDUNG.COM
Capaian investasi di Kabuoaten Bandung tersebut setara dengan 76,3 persen dari target realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp9,6 triliun.
Data tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung, Ben Indra Agusta, jumat (2/1/2026).
“Hingga akhir Desember 2025, laporan realisasi investasi untuk Triwulan IV belum dirilis. Biasanya, LKPM Triwulan IV diumumkan pada pertengahan Januari tahun berikutnya,” ujar dia.
Meski demikian, ujar dia, Pemerintah Kabupaten Bandung menyatakan optimisme target investasi tahun 2025 dapat tercapai. Berdasarkan capaian hingga Triwulan III, realisasi investasi dinilai berpotensi mendekati bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
“Secara kumulatif, realisasi investasi PMA dan PMDN pada periode Januari–September 2025 mengalami peningkatan sebesar 33,15 persen atau naik Rp1,8 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” ungkapnya.
Selain nilai investasi, pihaknya mengatakan, kepatuhan pelaporan LKPM juga menunjukkan peningkatan.
Sebanyak 1.200 perusahaan telah menyampaikan laporan LKPM pada periode Januari–September 2025, meningkat 82,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Di sisi lain, penyerapan tenaga kerja dari investasi PMA dan PMDN pada periode Januari–Juni 2025 tercatat sebanyak 17.298 orang, atau menurun 1,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” ujar dia.
Pihaknya menambahkan, Jumlah proyek PMA dan PMDN yang direalisasikan sepanjang Januari–September 2025 juga meningkat signifikan, mencapai 9.801 proyek atau naik 78,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sementara itu, realisasi investasi PMA tercatat sebesar Rp1,6 triliun dan PMDN sebesar Rp5,7 triliun selama Januari–September 2025, dengan komposisi negara asal PMA didominasi oleh Thailand, Singapura, Tiongkok, Australia, dan Taiwan,” ungkapnya. (kus)




















