POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Bek Persib Bandung, Federico Barba, menanggapi rumor dari media Italia yang mengaitkan dirinya dengan kemungkinan dipinjamkan ke klub Pescara.
Meski mengakui sedang berada dalam kondisi emosional yang tidak mudah, Federico Barba menegaskan statusnya saat ini masih sebagai pemain Persib Bandung.
Bek Persib Bandung Federico Barba menyebut dirinya belum mengetahui secara pasti kebenaran rumor tersebut karena bursa transfer belum resmi dibuka.
Federico Barba menegaskan, hingga saat ini fokus utamanya tetap membela Persib Bandung.
“Saya belum tahu apa pun sekarang karena jendela transfer belum dibuka. Tapi saat ini saya masih di sini, masih menjadi pemain Persib Bandung, dan saya mengerahkan segenap kemampuan,” ujar Federico Barba.
Dalam keterangannya, bek asal Italia itu secara terbuka mengakui tengah mengalami fase berat dalam hidupnya.
Federico Barba bahkan menyebut sempat sakit hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit, sesuatu yang menurutnya belum pernah ia alami sebelumnya selama berkarier sebagai pesepak bola profesional.
“Sejujurnya saya rindu keluarga saya. Saya sedang berada di periode yang rumit. Saya sempat sakit dan masuk rumah sakit, itu tidak mudah,” kata Barba.
Menurut Federico Barba, kondisi tersebut membuat proses kembali ke latihan bersama Persib Bandung terasa sangat menantang, baik secara fisik maupun mental.
“Untuk memulai kembali latihan sejak hari pertama itu sangat sulit. Saya sudah bermain sepak bola bertahun-tahun, pernah sakit, tapi belum pernah seperti ini,” ujarnya.
Saat ditanya soal kemungkinan bergabung dengan Pescara, Federico Barba kembali menegaskan belum ada keputusan apa pun.
Ia memilih bersikap realistis dan fokus pada apa yang sedang dijalaninya bersama Persib Bandung saat ini.
“Untuk sekarang saya belum tahu apa yang akan terjadi. Jendela transfer belum dimulai. Saya hanya fokus pada apa yang ada di depan saya sekarang,” ucapnya.
Meski demikian, Federico Barba tidak menutup perasaannya yang dilanda homesick.
Ia mengaku sangat mencintai keluarga, namun juga menegaskan rasa hormatnya terhadap klub, rekan setim, dan suporter Persib Bandung.
“Saya suka kalian, saya suka para suporter, saya suka semuanya di sini. Tapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan,” kata Barba.
Pernyataan Federico Barba menegaskan sikap profesional sang pemain di tengah rumor transfer dan kondisi personal yang menantang.
Untuk saat ini, Barba memastikan komitmennya tetap bersama Persib Bandung, sambil menunggu perkembangan resmi terkait bursa transfer.
Disisi lain, Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak memastikan kondisi fisik dan mental para pemainnya berada dalam situasi positif usai meraih kemenangan atas Bhayangkara FC pada lanjutan BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (21/12/2025).
Menurut Bojan Hodak, hasil positif tersebut menjadi faktor penting dalam proses pemulihan tim di tengah padatnya jadwal pertandingan.
“Kondisi semuanya bagus. Kemenangan adalah recovery terbaik,” ujar Bojan Hodak seusai sesi latihan Persib Bandung.
Ia menjelaskan, Persib Bandung sebelumnya menjalani enam pertandingan dalam rentang waktu yang cukup singkat.
Namun, jeda satu pekan yang kini dimiliki dimanfaatkan tim untuk memulihkan kebugaran secara optimal.
“Sekarang kami punya waktu satu pekan untuk persiapan. Semua pemain melakukan pemulihan dengan baik. Secara fisik mereka terlihat jauh lebih baik dan suasana tim juga sangat positif,” kata Bojan Hodak.
Selain aspek kebugaran, Bojan Hodak menyebut posisi Persib Bandung di klasemen turut meningkatkan motivasi pemain.
Maung Bandung kini hanya terpaut tiga poin dari pemuncak klasemen Borneo FC.
“Kami hanya tertinggal tiga poin dari Borneo. Semua pemain sangat antusias menatap pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Menatap laga berikutnya kontra PSM Makassar, Bojan Hodak mengungkapkan bahwa sesi latihan difokuskan secara bertahap.
Pada latihan awal, Persib Bandung membagi program berdasarkan menit bermain.
“Kami hanya recovery untuk 11 pemain utama. Pemain lain mendapat latihan tambahan. Besok semua sudah siap dan kami mulai fokus ke aspek taktikal,” jelas Bojan Hodak.
Jadwal pertandingan yang berdekatan dengan Hari Natal juga tidak menjadi persoalan bagi pelatih asal Kroasia tersebut.
Ia menilai situasi itu sebagai bagian dari sepak bola profesional.
“Di sepak bola profesional tidak ada hari libur. Tidak ada akhir pekan. Kami sudah terbiasa dan hanya menyesuaikan persiapan dengan jadwal pertandingan,” tutur Bojan Hodak. (pra)




















