POJOKBANDUNG.com – Pernyataan tegas Siti Hediati Hariyadi agar Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatannya saat ini menambah keras gejolak di internal Partai Golkar.
Keluarga Cendana yang akrab disapa Titiek Soeharto itu bahkan digadang-gadang menjadi pengganti Setya Novanto (Setnov) sebagai ketua umum.
Prediksi itu dilontarkan politikus senior yang juga anggota Dewan Pakar Partai Golkar Zainal Bintang kepada wartawan kemarin (13/8/2017).
Bintang mencatat betul pernyataan Titiek saat ditemui Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) pekan lalu.
Ketika itu Titiek meminta Setnov bisa berbesar hati mengundurkan diri dari jabatan saat ini. Hal tersebut, menurut Titiek, dilakukan demi menjaga marwah DPR dan Partai Golkar terkait status Setnov saat ini yang menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP.
Baca Juga:
Pemprov Anggarkan Rp1,717 Triliun untuk Pilgub Jabar, Anggaran Infrastruktur Jangan Dipangkas!
Survei Teranyar 10 Bulan Jelang Pilgub Jabar: dari Deddy Mizwar Hingga Ridwan Kamil
Ini Hasil Debut Neymar Paris Saint-Germain, Menjanjikan! https://t.co/p4PbQmDUzw
— Pojok Bandung (@pojokbandung2) August 14, 2017
Bintang menilai pernyataan Titiek menunjukkan adanya pergolakan internal Golkar yang makin memuncak.
Ibarat api dalam sekam, DPP Golkar memang selalu mengklaim bahwa kondisi internal saat ini solid mendukung Setnov. Namun, tetap saja muncul perlawanan dari berbagai penjuru internal.
”Sudah saatnya Golkar resmi membicarakan secara terbuka figur yang pantas menggantikan Setya Novanto,” ujarnya.
Sosok Titiek dianggap Bintang bisa dipertimbangkan untuk maju sebagai calon ketua umum pengganti Setnov.
Titiek pernah menjabat wakil ketua Komisi IV DPR sebelum digantikan Roem Kono belum lama ini. Selain itu, di dewan pakar Titiek menjabat wakil ketua.




















