POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Sebelum ditemukan tewas mengambang di Sungai Cijalupang, Jalan AH Nasution, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (11/11/2015) pagi, Gilang Wulansari (44) selama empat hari tidak tidur dan mengamuk.
Hal tersebut diungkapkan sang paman korban Sumistopo (54) saat ditemui wartawan di Mapolsekta Arcamanik, Rabu (11/11/2015).
Menurut dia, Gilang sudah memiliki penyakit keterbelakangan mental sejak kecil, dan korban tinggal bersama kedua adiknya di rumah Jalan Batu Permata RT 3/ RW 7, Kel. Cijarua. Kec Buahbatu, Kota Bandung.
“Korban anak yatim piatu. Dia (Gilang) anak dari kakak saya. setelah ditinggal oleh ibunya, almarhum tinggal bersama adik-adiknya,” terangnya.
Sebelum ditemukan meninggal, lanjut Sumistopo, korban sempat dimarahi oleh adiknya Dewi, karena almarhum beberapa hari kebelakang berprilaku tidak seperti biasanya, sehingga Gilang pun kabur ke rumah pamannya ke Panghegar.
“Dia (Gilang) datang, Senin pagi dengan menggunakan taksi. Dia mengadu tentang adiknya Dewi. Sehingga saya pun menyuruh dia supaya tinggal di rumah saya. Tapi saat di rumah almarhum sempat ngamuk-ngamuk sehingga saya dan istri pun memanggil ustad untuk menenangkanya,” jelasnya.
Dan keesokkan hari, lanjut Sumistopo, tepatnya Selasa (10/11/2015) pagi, korban kabur. Sang paman dan anaknya pun sempat melakukan pencarian ke sekitan pasar Gedebage dan rumahnya akan tetapi tidak ditemukan.
“Saya mendapatkan kabar Gilang ada di RS Sartika Asih dari adik korban Wisnu, setelah ada dari kepolisian datang ke rumah, saya pun langsung mengecek ke kantor polisi dan ternyata benar, setelah melihat barang bukti KTP dan dompet kecil merah milik korban diamankan oleh polisi,” katanya, seraya menambahkan, rencananya jenazah akan dimakamkan di dekat makam ibunya di TPU Caringin. (cesar)


















