“Kami sudah mendatangi 9.200 pasar di seluruh Indonesia dan 44 ribu pesantren. Tapi memang tidak mudah, masih banyak yang belum disiplin. Yang kami lakukan bukan meminta orang untuk memakai masker saja tetapi melakukan Gerakan perubahan perilaku,” ujar Sigit.
Sigit juga mengusulkan pembentukan Satgas Penanganan Wabah Covid-19 Jakarta Metro Raya.
Menurut dia, manajemen penanganan pandemi harus diubah dan menggunakan pendekatann batas wilayah pemerintahan ke pendekatan kota raya dan berdasarkan pergerakan manusia yang ada di kota tersebut.
“Virus tidak mengen batas imajiner yang diciptakan oleh manusia yang disebut batas wilayah pemerintahan. Virus mengikuti pergerakan manusia. Karena itu perlu dibentuk Satgas Jakarta Metro Raya yang akan menangani 32 juta penduduk. Karena sebagian besar yang beraktivitas di Jakarta tinggal di kota sekitarnya yaitu Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi,” ujarnya.
(jpc)




















