POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sebagai upaya mencegah dan menanggulangi epidemi HIV/AIDS di Jawa Barat, Komisi Penanggulangan Aids Jawa Barat, menggelar pertemuan puncak di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang, Bandung, Rabu (9/8/2017).
Gubernur Ahmad Heryawan menyampaikan, masyarakat harus mulai terbuka dengan kasus HIV/AIDS. Apabila masyarakat tertutup, menurut Gubernur, justru akan menjadi permasalahan yang besar. Ditambah lagi Jawa Barat memiliki kasus HIV/Aids yang tinggi.
“Bukan yang tertinggi. Apalagi, Jawa Barat sering diapresiasi oleh berbagai pihak, berarti ada penanganan, karena semakin ditangani semakin terbuka, dan sering kali masyarakat tidak ingin membukanya ke permukaan justru ingin menutupinya, saat tertutup malah menjadi bahaya,” papar Gubernur yang akrab disapa Aher.
Ia berharap, penanganan penyakit ini berjalan baik, dengan langkah yang terus dilakukan terhadap orang dengan HIV/Aids (Odha). Termasuk, penanganan obat yang akan diberikan terhadap Odha.
Baca Juga:
Wow, Bandung Siap Pecahkan Rekor Muri Street Soccer
Timnas Indonesia Bakal Berlaga di Homeless World Cup Norwegia, Latihan Dipusatkan di Bandung
“Mereka tidak boleh didiskriminasi, tidak boleh diasingkan, kemudian penangannya termasuk penanganan pengobatan mereka untuk terus mempertahankan daya tubuhnya dan hidup normal seperti biasa. Itu kita lakukan terus dengan anggaran yang mencukupi dari pusat, provinsi maupun kabupaten/kota,” terangnya.
Tol Soroja Selesai September, Kawasan Soreang-Pasirkoja Hanya 10 Menit – Pojok Bandung https://t.co/3hSnerBeh9
— Pojok Bandung (@pojokbandung2) August 9, 2017
Sementara itu, yang paling penting justru pencehagan kasus HIV/Aids terhadap anak-anak muda. Sering kali mereka menjadi korban. Untuk itu, penanganannya melalui pembangunan moral, melakukan sosialisasi atas bahayanya HIV/Aids, dan penanggulangan bagi yang belum terkena.




















