Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan makna di balik tahun baru, hingga mengingatkan kepada jamaah untuk melaksanakan lima perkara sebelum lima perkara.
“Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang, Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara, yakni waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, hidupmu sebelum datang matimu,” ceramah Abdul Kadir dari atas mimbar.
Selain itu, Kadir juga menyampaikan keutamaan seseorang untuk menjadi figur yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Ceramah pertama pun usai, dan langsung dilanjutkan ceramah singkat kedua Kadir. Tak sampai 10 menit, muazin yang duduk di saf paling depan pun kembali berdiri untuk mengumandangkan iqamah atau seruan melaksanakan salat.
Berdasarkan jadwal, imam Salat Jumat siang itu diisi H Pardiansyah, yang juga pengurus Masjid Baitutthaharah.
Namun kesempatan itu diberikan kepada Jamhuri, karena dia menganggap orang yang duduk di sebelahnya jauh lebih pantas memimpin ibadah tersebut.
“Pak Haji Pardi – sapaan Pardiansyah— mempersilakan beliau (Jamhuri, Red) untuk menjadi imam. Waktu itu, saya bersebelahan dengan Haji Pardi yang juga berada di depan mimbar,” kata Agus, salah seorang jemaah.
Dengan tenang, Jamhuri pun berdiri dari duduknya untuk memimpin salat. “Rapikan dan rapatkan safnya. Karena itu bagian dari kesempurnaan salat…!” kata Jamhuri mengingatkan jamaah.
“Allahuakbar…!” takbiratul ikhram pun dilafazkan Jamhuri. Seketika itu pula, sekitar 250 jamaah Salat Jumat itu serentak mengangkat tangan mereka dan kemudian bersedekap.
Hal itu langsung dilanjutkan Jamhuri dengan membaca Surat Alfatihah. “Kemudian beliau membaca surat yang cukup panjang yang bagian depannya ‘sabbihis ma rabbikal a’laa,” jelas Agus.
Surat Al A’la menjadi surat yang dibacakan Jamhuri di rakaat pertama. Suaranya mulai serak kala itu. Namun ia berusaha menuntaskan membaca surat berisi 19 ayat tersebut.
“Waktu rukuk pun baik-baik saja. Saya tahu karena posisi saya tepat di belakang sebelah kanannya,” ujar Agus menjelaskan.




















