POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Megaproyek kereta cepat terus digeber realisasinya. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sangat teliti agar proyek tersebut lancar dan tak mengundang masalah. Bahkan, pihak penanam modal pun lebih serius menanggapi megaproyek tersebut.
Seperti PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sangat menunggu izin trase proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Pihaknya ingin proyek yang direncanakan Presiden Joko Widodo itu segera dilaksanakan. Perusahaan gabungan empat BUMN dan bank nasional China ini sudah tidak mempersoalkan anggaran pembangunannya yang ditaksir mencapai Rp70 triliun.
“Bila sudah dilaunching oleh presiden, kami sudah langsung bekerja untuk melakukan konstruksi pembangunan rel kereta cepat, maupun persiapan untuk membangun TOD (transit oriented development) yang merupakan kota baru berbasis stasiun kereta cepat,” jelas Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan, dalam pertemuan dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu (2/12/2015).
Perizinan untuk trase termasuk analisa dampak lingkungan kereta cepat itu berada di pemerintah pusat karena melintasi dua wilayah provinsi. Namun izin itu tidak akan keluar, jika tidak direkomendasi oleh pemerintah provinsi, dalam hal ini Pemprov Jabar dan DKI Jakarta. Ia mengaku yakin izin dari pusat akan keluar secepatnya, paling lambat Juni mendatang.
Hanggoro menganggap konsolidasi gubernur bersama para kepala daerah terkait pembangunan kereta cepat itu, merupakan sebuah dukungan terhadap proyek tersebut. Apalagi, proyek kereta cepat ini direncanakan akan dirangkai dengan pembangunan kereta ringan (LRT) dengan rute Walini-Padalarang-Pusat Kota Bandung-Gedebage. (apt/rmo)




















