POJOKBANDUNG.com, SOLO – Mitra Kukar pernah selangkah lagi melaju ke partai final Piala Presiden 2015. Saat itu, Naga Mekes sudah mengantongi kemenangan leg pertama 1-0 saat menjamu Persib Bandung di Stadion Aji Imbut,
Namun sayang, asa ke partai puncak dirusak Persib. Pada leg kedua, di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, mereka takluk 2-3. Malam ini, dendam itu bisa terbalaskan.
BACA JUGA:
Persib Pastikan Tak Akan Ada Pesta Zulham Zamrun di Manahan
VIDEO: Persib Bandung Uji Coba Lapangan di Stadion Manahan Solo
Pada Piala Presiden 2017, lagi-lagi langkah skuad Jafri Sastra dihadang Persib. Keduanya bentrok di babak delapan besar di Stadion Manahan, Solo. Tak pelak, laga malam sarat emosi. Mitra Kukar tentu tak ingin kembali tersingkir. Pun demikian Maung Bandung yang menyandang status juara bertahan.
Tantangan terbesar terletak di kubu Naga Mekes. Mitra Kukar satu-satunya tim peserta perempatfinal dengan nilai paling buncit, empat poin. Jumlah itu bahkan tidak separuh dari koleksi lawannya yang menyapu bersih tiga laga dengan poin sempurna.
Meski demikian, jumlah poin di fase grup tidak bisa menjadi patokan. Apalagi, sore ini keduanya bertarung di tempat netral. Kejelian pelatih meracik strategi tentu menjadi pembeda.
Jafri Sastra menegaskan sejauh ini timnya dalam kondisi 100 persen siap tempur. Meski tidak tampil full team, pelatih berdarah Minang itu optimistis dengan kemampuan Abdul Gamal cs. Setidaknya, bermodal kolektivitas tim, hasil manis bisa diamankan.
“Anak-anak cukup bersemangat untuk pertandingan. Kami memang kehilangan beberapa pemain tapi saya pastikan sudah ada pengganti,” jelas pelatih 51 tahun tersebut.
Hilangnya Bayu Pradana dan Dedi Gusmawan diakui ayah dua anak itu sebagai kerugian besar Naga Mekes. Keduanya sosok kapten tim yang selalu menjadi panutan di lapangan. Dicoretnya dua striker asing yang gagal menunjukkan kualitas sebagai bomber, pekerjaan di lini serang tim Kota Raja bertambah.




















