“Setidaknya ada kerangka koalisinya dulu. Dengan Demokrat, dan PAN, kami sudah terjalin harmonis dan satu visi. Lalu, dengan PKB dan Hanura pun dalam waktu dekat komunikasi itu akan dilakukan. Prinsipnya, kami buat kendaraan besarnya dulu, lalu memilih siapa yang akan dicalonkan. Bukan sebaliknya,” jelasnya.
PPP Milik Kubu Romahurmuziy Menang di PT TUN
Jika pada akhirnya poros PPP, Demokrat, PAN itu diresmikan, Ade mengatakan semua nama yang saat ini digadang-gadang menjadi kandidat bakal calon gubernur, punya peluang yang sama untuk diusung gabungan ketiga partai tersebut.
PPP Punya 2 Jagoan di Pilgub Jabar, Siapa?
“Semua nama yang beredar, dan konon telah disurvey itu, punya peluang. Termasuk yang dari internal PPP sendiri,” kata Ade.
Ditanya apakah pimpinan pusat partai masing-masing dapat mengamini langkah koalisi di Jawa Barat dan merestui paslon yang akan diusungnya, Ade menegaskan hal itu menjadi garapan selanjutnya
Nah Loh, Ternyata Maia Estianty Cucu Istri Pertama Presiden Soekarno https://t.co/yvqTVtKYg0
— Pojok Bandung (@pojokbandung2) 11 Agustus 2017
“Itu soal nanti. Sejauh ini saya yakin pimpinan pusat juga akan mengedapankan local wisdom, artinya situasi dan peta politik di daerah akan menjadi pertimbangan penting pimpinan pusat,” jelas Ade.
PPP Siap Carikan Ridwan Kamil Pendamping di Pilgub Jabar 2018
Bagaimanapun, kata Ade, salah satu tugas dari seluruh partai politik sebagai salah satu pilar demokrasi adalah melakukan seleksi dan rekrutmen awal calon pemimpin yang nantinya ditawarkan kepada masyarakat untuk dipilih secara demokratis.
“Dengan langkah ini, kami menegaskan fungsi parpol sebagai pilar demokrasi. Dan kami tawarkan alternatif, mudah-mudahan menjadi solusi bagi warga Jawa Barat,” pungkasnya.




















