“Kalau pembangunan berjalan baik, bukankah yang menikmatinya kita semua. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang tertawa sendiri di balik topeng pembangunan,” ujarnya.
Daddy mengungkapkan anggaran pembangunan akses menuju geopark Ciletuh sesungguhnya terpaksa mengorbankan alias memotong anggaran sektor lain, yaitu anggaran pengairan/irigasi. Padahal pembangunan daerah irigasi seharusnya tuntas.
Dengan tuntasnya pembangunan daerah irigasi akan memungkinkan irigasi yang lancar untuk sekian ribu hektare sawah. Hal itu merupakan salah satu syarat mutlak mendorong terwujudnya kemandirian pangan daerah, dan hal ini juga sudah dibuatkan Perda-nya.
“Dibalik kemandirian pangan daerah, kami berharap dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) yang akan mengurangi angka kemiskinan dan mereduksi angka pengangguran terbuka. Tiga poin ini yang diamanatkan dalam RPJMN. Jadi, bagaimana dengan RPJMD Jabar? Mau diabaikan saja?,” tandas Daddy.




















