Pemkot Bandung Menanti Kepastian Progres TPPAS Legok Nangka dari Pemprov Jabar

POJOKBANDUMG.COM, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mempertanyakan secara serius perkembangan pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang berlokasi di Nagreg, Kabupaten Bandung, kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Langkah proses perkembangan TPPAS ditempuh untuk memastikan kesiapan fasilitas pengolahan sampah, bagian dari solusi jangka menengah dan panjang dalam penanganan persoalan sampah Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan kepastian pemanfaatan TPPAS Legok Nangka dinilai penting seiring keterbatasan kapasitas pengolahan sampah di dalam wilayah Kota Bandung.

Tanpa dukungan infrastruktur regional, beban pengelolaan sampah dikhawatirkan akan terus meningkat dan berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan yang lebih luas.

Farhan mengatakan komunikasi dan koordinasi bersama Pemprov Jabar selama ini telah berjalan.

Pemkot Bandung memandang perlu adanya pembahasan yang lebih mendalam, khususnya terkait progres fisik pembangunan serta target operasional fasilitas TPPAS Legok Nangka.

Pemkot Bandung berencana melakukan pembicaraan langsung bersama Gubernur Jawa Barat untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai tahapan pembangunan TPPAS Legok Nangka.

Informasi tahapan pembangunan dibutuhkan agar kebijakan pengelolaan sampah di tingkat kota dapat disusun secara lebih terarah dan realistis.

“Kami terus berkoordinasi. Pemprov Jawa Barat juga sudah mulai mengajak berkolaborasi. Dalam waktu dekat, kami akan berbicara langsung dengan Pak Gubernur untuk mencari solusi bersama, termasuk kepastian kapan Legok Nangka bisa dimanfaatkan,” ujar Farhan, Sabtu (7/2/2026).

Farhan menegaskan kondisi geografis dan kepadatan penduduk Kota Bandung membuat opsi pengelolaan sampah secara mandiri menjadi sangat terbatas.

Kolaborasi lintas daerah tidak dapat dihindari dan justru menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

TPPAS Legok Nangka sendiri dirancang sebagai fasilitas pengolahan sampah terpadu berskala regional.

Teknologi yang lebih modern dan ramah lingkungan, fasilitas TPPAS diharapkan mampu menangani volume sampah besar dari berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Kota Bandung.

Farhan menilai kehadiran TPPAS Legok Nangka dapat mengurangi ketergantungan daerah terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) konvensional.

Selain itu, sistem pengolahan terpadu diharapkan mampu menekan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah.

“Kepastian progres pembangunan fasilitas tersebut akan berpengaruh langsung terhadap perencanaan pengelolaan sampah ke depan. Mulai dari pengaturan alur pengangkutan, pengelolaan residu, hingga penyusunan kebutuhan anggaran, semuanya bergantung pada kejelasan peran TPPAS Legok Nangka,” ucapnya.

Meski menaruh harapan besar pada fasilitas regional, Farhan menegaskan Pemkot Bandung tetap berkomitmen menjalankan berbagai program pengurangan sampah dari hulu. Upaya terus diperkuat agar volume sampah yang harus ditangani di tahap akhir dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Optimalisasi pengolahan sampah di tingkat kawasan, penguatan peran bank sampah, serta pengembangan program berbasis masyarakat menjadi fokus utama Pemkot Bandung. Langkah optimalisasi pengolahan dinilai efektif dalam membangun kesadaran warga sekaligus mengurangi beban pengelolaan sampah di hilir,” jelasnya.

Namun demikian, Farhan mengakui tidak seluruh sampah dapat diolah di dalam kota. Residu yang tersisa tetap membutuhkan dukungan fasilitas pengolahan berskala besar yang berada di luar wilayah administrasi Kota Bandung.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan solusi di dalam kota. Harus ada kerja sama regional yang kuat agar persoalan sampah bisa ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tegasnya.

Farhan menambahkan melalui koordinasi yang lebih intensif dengan Pemprov Jabar, arah pemanfaatan TPPAS Legok Nangka dapat segera dipastikan. Dengan adanya kepastian, strategi penanganan sampah Kota Bandung dapat berjalan lebih terukur, terintegrasi, dan berorientasi jangka panjang.(dsn)

loading...

Feeds

Ratusan Buruh Demo PT VinFast Subang

POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Tuntut mempekerjakan kembali 12 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik …