POJOKBANDUNG.COM – Hibah tersebut diserahkan secara langsung oleh CEO IDCloudHost Alfian Pamungkas Sakawiguna di hadapan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) XI BPC HIPMI Kota Bandung di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Minggu (20/9) lalu.
Direktur IDCloudHost Muhammad Mufid Lutfi mengatakan, program AwanCita telah dijalankan sejak 2025 sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk mempercepat pertumbuhan dan adopsi teknologi digital di Indonesia.
“Melalui AwanCita, kami berkomitmen mengakselerasi pertumbuhan dan adopsi teknologi digital di Indonesia, khususnya dalam penggunaan infrastruktur cloud server,” kata Mufid, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/9).
Menurut dia, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan teknologi digital di sektor layanan publik, termasuk kesehatan, sekaligus mendorong ekosistem bisnis dan industri digital di Indonesia.
Server yang diberikan memiliki kemampuan untuk penyelenggaraan komputasi private cloud. Infrastruktur tersebut disiapkan agar rumah sakit dapat memanfaatkan teknologi berstandar penyedia layanan cloud sekaligus mendukung pemenuhan regulasi nasional.
“Untuk sektor layanan publik seperti rumah sakit, infrastruktur ini dapat mendukung pengelolaan teknologi yang lebih terencana, termasuk kebutuhan rekam medis elektronik, keamanan data, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Mufid menyebut, pemanfaatan infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, serta ketentuan terkait pelindungan data pribadi.
Program AwanCita tidak hanya menyasar sektor kesehatan. IDCloudHost juga memberikan dukungan kepada penyelenggara layanan publik dan industri rintisan digital melalui berbagai bentuk, mulai dari inkubasi teknologi hingga hibah infrastruktur public cloud maupun cloud on-premise.
“Kami tidak menetapkan batasan kuantitas penerima. Fokus kami adalah memastikan setiap dukungan memberikan dampak pertumbuhan yang nyata dan berkelanjutan,” kata Mufid.
Ia menilai penguatan infrastruktur menjadi salah satu aspek penting dalam proses transformasi digital. Menurutnya, digitalisasi tidak cukup hanya dengan membangun aplikasi atau layanan digital, tetapi juga membutuhkan fondasi infrastruktur dan tata kelola yang memadai.
“Perkembangan teknologi digital membutuhkan infrastruktur yang terencana dengan baik dan ditopang SOP yang andal. Fondasi infrastruktur, terutama cloud dan server, menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
IDCloudHost juga memastikan dukungan kepada penerima hibah tidak berhenti pada penyerahan perangkat. Perusahaan akan memberikan pendampingan berupa alih pengetahuan mengenai tata kelola infrastruktur digital serta perencanaan pengembangan kapasitas teknologi di masa mendatang.
“Kami siap memberikan pendampingan berkelanjutan berupa transfer pengetahuan mengenai tata kelola infrastruktur digital yang baik, termasuk proyeksi pertumbuhan dan kebutuhan skalabilitas di masa depan,” tutur Mufid.
Komitmen tersebut didukung pengalaman IDCloudHost selama 11 tahun dalam mengelola infrastruktur cloud dengan operasional di lebih dari sembilan pusat data di kawasan Asia Tenggara.
Dalam satu tahun ke depan, IDCloudHost menargetkan pemanfaatan hibah tersebut dapat menunjukkan dampak nyata terhadap kemandirian pengelolaan data dan infrastruktur digital di Indonesia, khususnya pada sektor layanan publik.
Mufid mengatakan, kemandirian infrastruktur
digital menjadi semakin penting seiring pertumbuhan ekonomi digital yang terus berkembang.
“Ibarat sebuah tempat tinggal, kemandirian sejati baru tercipta ketika kita bisa memiliki dan mengelola sendiri tempat yang kita huni. Prinsip yang sama berlaku untuk infrastruktur digital,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguasaan terhadap infrastruktur digital juga berkaitan dengan posisi Indonesia dalam memanfaatkan potensi ekonomi digital nasional.
“Kita harus siap mengelola dan menguasai infrastruktur sendiri agar bangsa Indonesia tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pemilik utama yang memegang kontrol atas potensi ekonomi digital terbesar di negeri ini,” jelas Mufid.




















