POJOKBANDUNG.COM, SUBANG- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menitipkan ke desa-desa di Jawa Barat tidak boleh lagi menjadi tempat berkembangnya aktivitas penambangan liar.
Menurutnya, praktik tambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menimbulkan berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri pelantikan jajaran pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional pada Rabu (13/5/2026).
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan penambangan liar menjadi salah satu penyebab rusaknya ekosistem desa. Selain berdampak terhadap lingkungan, aktivitas tersebut juga dinilai melahirkan kemiskinan dan memicu tumbuhnya premanisme.
“Tidak boleh ada penambangan liar di desa karena itu merusak ekosistem desa, melahirkan kemiskinan, menumbuhkan premanisme, dan membuat orang kaya hanya beberapa orang saja, serta merusak ekosistem alam,” ujarnya.
Menurut Dedi, kerusakan alam akibat tambang liar dalam jangka panjang akan merugikan masyarakat desa sendiri. Ia menilai keuntungan dari aktivitas tambang sering kali hanya dinikmati segelintir pihak, sementara dampak kerusakan lingkungan dirasakan masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga menyinggung perkembangan kawasan wisata di wilayah Ciater yang saat ini mulai kembali tumbuh setelah aktivitas penambangan mulai berkurang.
Ia menyebut kawasan Ciater yang dahulu dikenal sebagai pusat penambangan kini perlahan berubah menjadi pusat pariwisata dengan kondisi lingkungan yang lebih tertata.
“Bapak ibu sudah bisa melihat wilayah Ciater bagaimana yang dulu menjadi pusat penambangan, hari ini tumbuh kembali menjadi pusat pariwisata. Jalannya sudah rapih, tehnya sudah tumbuh, dan wisatanya mulai meningkat,” katanya.
Dedi menilai potensi wisata di kawasan Ciater dan Lembang saat ini sangat besar karena tingkat kunjungan wisatawan terus meningkat. Namun ia mengingatkan agar Kabupaten Subang tidak hanya menjadi daerah lintasan wisata semata.
Menurutnya, selama ini banyak keuntungan sektor wisata justru lebih banyak dinikmati daerah lain, khususnya Kota Bandung, karena sebagian besar wisatawan hanya singgah tanpa menginap di Subang.
Karena itu, ia menitipkan pesan kepada Bupati Subang agar terus berinovasi dalam mengembangkan sektor pariwisata supaya wisatawan bisa tinggal lebih lama di Subang.
“Saya nitip kepada Pak Bupati, daerah Lembang dan Ciater ini tingkat kunjungannya tinggi, tapi banyak dinikmati Kota Bandung. Paket-paket wisatanya lebih banyak dinikmati di sana. Maka dari itu Subang sebagai tuan rumah harus berinovasi agar wisatawan menginap lebih lama di Subang,” tegasnya.(anr)


















