POJOKBANDUNG.COM, SEMARANG – Banjir yang menerjang jalur pantai utara (pantura) Jawa Tengah, tepatnya di kawasan Kaligawe hingga Genuk, Semarang, mengakibatkan banyak kendaraan mogok.

Banjir di terminal Terboyo Semarang Kamis pagi kemarin setinggi sekitar 100 cm. Foto : Radar Kudus. Sementara foto atas, kondisi arus lalulintas di jalan pantura kaligawe raya, tergenang banjir. Foto : M Hariyanto.
Genangan di kawasan Kaligawe hingga Genuk, Semarang juga menyebabkan sopir truk merugi karena biaya operasional dan BBM membengkak.
Salah satu pengemudi truk Suripto mengatakan, banjir di kawasan Kaligawe hingga Genuk, Semarang, membuatnya mencari rute yang lebih jauh.
Selain itu, ongkos BBM juga bertambah.
”Ya otomatis terganggu to transportasi, kendaraan tidak bisa jalan. Tapi gimana lagi, ya harus tetap jalan, ada muatan,” ungkapnya saat melintas di Jalan Pantura Kaligawe Raya kepada Jawa Pos Radar Semarang kemarin (23/10/2025).
Suripto kerap mengantar barang dari wilayah Demak menuju Kota Semarang.
Namun, karena banjir, dia terpaksa melewati rute lain.
”Tadi lewat Onggorawe, berangkat macet, pulang ya macet juga. Kalau kondisi seperti ini ya ngisi BBM-nya naik. Ini saya isi Rp 200 ribu, tambah boros kan jalannya lebih berat,” terangnya.
Sopir truk lainnya, Tatang mengaku, terjebak kemacetan sejak Rabu (22/10) sore.
Akibatnya, perjalanannya menuju Jawa Timur mengalami keterlambatan.
”Sejak sore kejebak di arteri Tanah Mas, dari Jakarta mau ke Surabaya. Baru bisa lewat siang ini (pukul 11.00 Red),” jelasnya.
Meski kendaraan masih bisa melintas, arus lalu lintas di Jalan Raya Pantura Kaligawe tersendat.
Sebab, genangan air masih tinggi.
Berkisar 90 sampai 100 sentimeter atau setinggi roda truk.
Kendaraan yang melintas di Jalur Pantura Kaligawe didominasi truk besar. Sementara kendaraan kecil, memilih mencari jalan alternatif lain. Ada juga yang masuk ke dalam tol.
Sedangkan, jalur arteri Yos Sudarso yang mengarah ke Jalan Pantura Kaligawe masih padat.
Sempat Lumpuh Total
Banjir di Kaligawe sempat membuat jalan itu lumpuh total. Ruas jalan yang tergenang air mulai dari bawah jembatan tol hingga simpang traffic light (TL) Terboyo atau depan RSI Sultan Agung Semarang.
Air merendam dua lajur, baik dari timur ke barat maupun sebaliknya. Sehingga, banyak pengendara yang tidak berani melintas. ”Air cukup tinggi, mencapai 60 sentimeter sampai 70 sentimeter,” ucap Kapolsek Genuk Kompol Rismanto.
Menurut Rismanto, banyak kendaraan kecil dan motor yang mogok karena nekat menerjang banjir. Untuk menghindari banjir, warga yang hendak melintas diangkut dengan kendaraan.
”Saya bersama anggota membantu mendorong kendaraan-kendaraan yang mogok,” paparnya.
Perahu Karet
Banjir juga menghambat warga yang hendak menuju RSI Sultan Agung. Mereka terpaksa diangkut memakai perahu karet milik polisi maupun BPBD.
”Perahu karet digunakan untuk mengevakuasi nakes, pasien, dan pengunjung RSI Sultan Agung ke simpang Terboyo,” kata Rismanto.
Kemecetan itu mengular ke pelabuhan hingga sampai di depan RSUD Tugu. Rismanto telah berkoordinasi dengan Polsek Sayung, Demak, untuk mengurangi kepadatan menuju Demak maupun sebaliknya. ”Supaya yang dari arah Demak ke Semarang dialihkan ke jalan alternatif, bisa ke arah Karangawen maupun Mranggen. Kalau di simpang Genuk kita alihkan ke Wolter Monginsidi,” tuturnya.
Sejumlah wilayah di Kecamatan Genuk juga terendam banjir. Bahkan, Mapolsek Genuk juga kebanjiran. ”Kita sudah antisipasi, semua tahanan sudah kita titipkan di rumah tahanan di Jalan Dr Cipto,” jelasnya.
Pukul 08.30, arus lalu lintas kembali lancar. Demikian. Namun, polisi masih terus berjaga untuk mengantisipasi kemacetan mengingat banjir di ruas jalan raya Kaligawe belum surut. (mha/aph/Jawa Pos)



















