Bandung – Stunting masih menjadi persoalan serius di Indonesia, termasuk di Kota Bandung. Menjawab tantangan itu, tim dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung turun langsung ke masyarakat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula 2025. Fokusnya: memberdayakan guru PAUD agar lebih siap menghadapi isu gizi dan tumbuh kembang anak usia dini.
Program yang berlangsung Agustus hingga November 2025 ini mengangkat tema “Pemberdayaan Guru Pos PAUD Anak Juara Melalui Inovasi Edukasi Gizi Seimbang dan Pendekatan Psikologi Pendidikan untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini.” Kegiatan tersebut mendapat dukungan hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ketua tim, Mae Amelianawati, menyebut Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, dipilih karena angka stunting di wilayah ini cukup tinggi. POS PAUD Anak Juara menjadi salah satu lembaga yang terdampak, di mana sebagian besar anak didiknya mengalami keterlambatan tumbuh kembang.
“Stunting tidak hanya dipicu oleh kurangnya asupan gizi, tapi juga terkait kesehatan mental anak sejak usia dini. Pola asuh orang tua, pembelajaran di sekolah, dan hubungan keduanya berpengaruh besar. Karena itu, kami menggabungkan edukasi gizi seimbang dengan pendekatan psikologi pendidikan agar guru dan orang tua bisa bergerak bersama,” jelas Mae.
Dalam pelaksanaannya, tim ini melibatkan dosen lintas disiplin, antara lain Saepul Adnan (Teknologi Pangan) dan Esty Faatinisa (Pendidikan Islam Anak Usia Dini). Dua mahasiswa, Desinta Agustina Nindi dan Zahra Putri Aulia, juga aktif mendukung kegiatan ini.
Mae menegaskan, tujuan utama program ini adalah mendorong lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. “Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menekan angka stunting di Babakan Penghulu, tapi juga memperkuat sinergi guru dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Ke depan, model pemberdayaan ini diharapkan bisa menjadi best practice bagi lembaga PAUD lain di Cinambo hingga Kota Bandung secara luas. Sebagai tindak lanjut, tim dosen menyusun buku panduan “Cerdas Memilih Makanan Halal dan Sehat untuk Sang Buah Hati”, membagikan piramida makanan sebagai media edukasi anak, serta menyiapkan modul khusus bagi guru agar program bisa berkelanjutan.


















