Mardiono Sebut Jabar Wilayah Strategis PPP, Uu Bidik 12 Kursi DPRD pada 2029

POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, meminta kader PPP Jawa Barat memperkuat konsolidasi organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029.

 

Di bawah kepemimpinan Uu Ruzhanul Ulum, PPP Jabar menargetkan penguatan kepengurusan hingga tingkat anak ranting dan melipatgandakan perolehan kursi DPRD Jabar dari enam menjadi 12 kursi.

 

Target tersebut disampaikan setelah Uu resmi dilantik sebagai Ketua DPW PPP Jawa Barat periode 2026-2031 oleh Mardiono, dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I DPW PPP Jawa Barat di Kota Bandung, Sabtu (10/10/2026).

 

Mardiono menegaskan, konsolidasi partai tidak boleh berhenti pada pergantian kepengurusan. Seluruh kader harus memastikan program partai berjalan dan struktur organisasi terbentuk hingga tingkat akar rumput. Konsolidasi kepengurusan sampai desa ditargetkan tuntas pada akhir 2026.

 

“Muskerwil ini bukan seremonial seperti pelantikan atau pengukuhan, tetapi momentum untuk konsolidasi secara menyeluruh dan melakukan evaluasi terhadap tugas-tugas yang sudah ditetapkan dalam agenda partai, apakah sudah berjalan atau belum,” ujar Mardiono.

 

Mardiono mengatakan, PPP Jawa Barat telah menuntaskan Musyawarah Wilayah (Muswil) dan Musyawarah Cabang (Muscab) di seluruh kabupaten/kota.

 

Tahapan berikutnya adalah pembentukan kepengurusan melalui Musyawarah Ranting Anak Cabang (Musrancap) di tingkat kecamatan, dilanjutkan dengan pembentukan pengurus ranting hingga desa.

 

Menurut Mardiono, Jawa Barat menjadi wilayah strategis bagi PPP karena besarnya potensi pemilih. Ia memperkirakan jumlah pemilih di provinsi tersebut pada Pemilu 2029 mencapai sekitar 40 juta suara, sehingga penguatan jaringan kader menjadi salah satu kunci untuk memperluas dukungan masyarakat.

 

“Jawa Barat tentu menjadi agenda yang sangat penting bagi Partai Persatuan Pembangunan karena Jawa Barat ini adalah penduduk terbesar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

 

Mardiono juga menilai kondisi internal PPP Jawa Barat kini semakin solid setelah melewati dinamika konsolidasi sebelumnya. Ia berharap seluruh kader kembali bergerak bersama untuk mempersiapkan partai menghadapi Pemilu 2029.

 

Sementara itu, Uu Ruzhanul Ulum langsung memprioritaskan pembenahan struktur organisasi hingga tingkat anak ranting. Ia ingin memastikan tidak ada kekosongan kepengurusan di tingkat kecamatan (PAC), ranting, maupun anak ranting agar jaringan partai semakin dekat dengan masyarakat.

 

“Kami sedang mempersiapkan jaringan dengan kepengurusan yang komplet. Kalau dulu kepengurusan di tingkat ranting, sekarang saya sampai ke anak ranting,” kata Uu.

 

Menurut Uu, pengurus di tingkat paling bawah menjadi ujung tombak partai untuk menjangkau masyarakat dan merekrut pemilih. Karena itu, pembenahan struktur harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan kader dalam berpolitik dan berkomunikasi dengan masyarakat.

 

“Pemilu itu ibarat kita mancing, yang mancing itu adalah grassroot pengurus. Artinya, pengurus yang ada di tingkat PAC dan ranting karena mereka yang dekat dengan masyarakat,” ucapnya.

 

Uu mengatakan, penjaringan calon ketua ranting dan anak ranting di seluruh Jawa Barat sudah mulai dilakukan. Pembentukan struktur organisasi menjadi prioritas pada tahap awal, sedangkan program lanjutan akan disiapkan pada 2027.

 

Dari sisi elektoral, Uu membidik peningkatan perolehan kursi PPP di DPRD Jawa Barat dari enam kursi hasil Pemilu 2024 menjadi 12 kursi pada Pemilu 2029. Target tersebut, menurutnya, harus ditopang kerja politik nyata dan penguatan organisasi, bukan sekadar ambisi.

 

“Kalau Pileg Jabar saya ingin, hanya ingin ya, kemarin tiga jadi enam, kemudian dikalikan lagi dua jadi 12. Apalagi ada target dari DPP. Tapi saya kan tidak omong kosong, artinya harus dengan realita, dengan ikhtiar yang maksimal,” katanya.

loading...

Feeds