Suasana upacara bersama di SMKN 1 Katapang

 

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Guna membangun remaja yang bisa bersaing di masa depan, pemerintah Kabupaten Bandung berharap pelajar hindari pernikahan dini.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan, pelajar di Kabupaten Bandung hari ini merupakan generasi yang akan memimpin wilayahnya. Sehingga salah satu cara bisa membangun manusia yang bisa bersaing. Pihaknya mengingatkan remaja menghindari perkawinan di bawah umur karena sangat berisiko terhadap ibu dan calon bayi yang akan dilahirkan.

“Sepertinya perlu edukasi terhadap para remaja untuk tetap menjaga kesehatan reproduksi. Lebih penting lagi, para remaja untuk menghindari perkawinan di bawah umur,” ujarnya, Senin (3/6).

Ia menyebutkan bahwa perkawinan dini bisa menjadi salah satu penyebab stunting atau gagal tumbuh pada bayi yang dilahirkan.

“Dan yang terpenting upaya pencegahan pernikahan dini juga bisa dibuatkan komitmen orang tua, para pengajar dan melalui pendidikan agama yang kuat,” katanya.

Sebagai generasi penerus bangsa menyambut indonesia emas, Pihaknya berharap, pelajar saling mengingatkan kepada teman-teman baik di sekolah maupun di rumah berkaitan dengan yang membahayakan atau merugikan.

“Saya berharap tidak ada para siswa yang terlibat dalam kasus hukum,” tandasnya.

Untuk itu, katanya, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, belajarlah yang rajin serta patuh kepada orang tua dan guru.

“Bercita-citalah yang tinggi, apakah mau jadi Bupati, Kapolresta, Menteri ataupun Presiden, dan sebagainya,” katanya.

Pihaknya mengatakan, tiga muatan lokal yang diterapkan di Pemerintah Kabupaten Bandung, mulai dari tingkat TK, SD dan SMP. semoga bisa menjadi guide line bersama untuk menciptakan generasi emas.

“Diantaranya pendidikan Pancasila dan UUD 1945, pendidikan bahasa Sunda dan budaya lokal, serta belajar mengaji dan menghafal Alquran. melalui tiga muatan lokal itu dapat membentuk anak-anak yang cerdas, berkarakter dan berakhlakul karimah,” harapnya.

loading...

Feeds