Harga Bawang Putih di Pasar Kabupaten Bandung Naik Lima Belas Ribu

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ketergantungan impor bawang putih yang dilakukan pemerintah Indonesia menjadi salah satu faktor meroketnya harga sayuran tersebut dipasaran.

Dalam pantauan Radar Bandung di Pasar Soreang serta Pasar Banjaran Kabupaten Bandung terjadi kenaikan harga bawang putih sebesar 15 ribu rupiah per kilogram.

Salah seorang pedagang sayuran di Pasar soreang, Herni (45) menatakan, kenaikan tersebut sudah terjadi sekitar tiga minggu terakhir di wilayahnya. Pihaknya menduga, kenaikan tersebut imbas dari cuaca buruk, yang terjadi beberapa bulan kebelakang.

“Biasanya harga normal bawang putih ada di angka 25 ribu per kilogram, namun akhir-akhir ini bisa mencapai 33 hingga 40 ribu per kilogram,” ujar dia, Jumat (25/5).

Kenaikan harga yang terjadi, menurutnya, berimbas kepada pendapatan ekonomi pedagang pasar seperti dirinya,
“Kami ini biasanya punya langganan yang membeli sampai lima kilogram sekali membeli, karena untuk berjualan warung nasi atau seblak.

Namun kini mereka mulai mengurangi pasokan bawang. Tentunya hal tersebut membuat kami sedikit mengalami penurunan keuntungan,” ujar dia,

Pihaknya berharap, kenaikan harga yang terjadi tidak berlarut hingga bulan depan. Pasalnya harga yang cukup mahal tersebut, dianggap bisa membunuh mata pencaharian pedagang sepertinya hingga pedagang kecil seperti tukang seblak maupun nasi.

“Kita tahu bawang putih ini digunakan semua pedagang masakan, sehingga jika harga seperti ini tidak bisa diatasi bisa mempengaruhi pendapatan kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Fanshurullah Asa. mengatakan, ketergantungan pada impor dari negara tertentu, faktor cuaca, dan realisasi jadwal impor sebagai faktor penyebab tingginya harga bawang putih belakangan ini.

“Memang ada kecenderungan harga turun, namun kebanyakan masih tinggi. Kami mencari persoalannya apa dan dan mana,” ujar dia, jumat (25/5).

Rupanya, ujar dia, harga eceran tertinggi masih menggunakan data Bapanas tahun 2019. Sehingga pihaknya kini mengumpulkan pihak-pihak terkait guna meningkatkan transparansi publik.

“Sekaligus menentukan posisi atau kebijakan internal KPPU atas persoalan tersebut,”

Pihaknya mengatakan, faktor cuaca menjadi hal yang paling penting terkait impor bawang putih saat ini. Selain Itu realisasi impor bawang putih tercatat sebanyak 127.542 ton dengan total distribusi di 16 wilayah di Indonesia hingga Februari 2023.

“Sebesar 43.046 ton impor bawang putih yang masuk di Indonesia hanya melalui Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, dan Makassar. Sedangkan Indonesia memiliki 43 importir bawang putih yang tersebar di sembilan provinsi,” ujar dia. (kus)

loading...

Feeds