Jokowi Larang Menterinya Bicara Soal Masa Jabatan, Puan Maharani: Tolong Ikuti Perintah Presiden

Ketua DPR RI Puan Maharani pidato dalam rangka pembukaan Masa Sidang I Tahun 2021-2022 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/8/2021). (ist)

Ketua DPR RI Puan Maharani pidato dalam rangka pembukaan Masa Sidang I Tahun 2021-2022 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/8/2021). (ist)

POJOKBANDUNG.com – Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memuji sikap politik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Itu terkait pernyataannya yang melarang menterinya berbicara soal penundaan Pemilu dan perpanjang masa jabatan presiden.

“Kita mengapresiasi pernyataan pak Presiden yang meminta menterinya tidak berbicara wacana penundaan dan perpanjang presiden,” kata Puan dalam keterangannya, Kamis (7/4/2022).

Karena itu, Ketua DPR RI itu meminta para menteri Jokowi untuk mentaati perintahnya tersebut.

“Kami tentu berharap para menteri mengikuti perintah Presiden,” ujarnya.

Sehingga bisa lebih fokus membantu Presiden mengatasi berbagai persoalan bangsa.

Khsusnya kenaikan berbagai harga komoditas yang memberatkan rakyat saat ini

“Kalau ada yang beralasan wacana tersebut sah dalam negara demokrasi, saya pikir topik tentang pemulihan ekonomi rakyat sekarang ini lebih penting untuk dibicarakan di ruang publik,” ucapnya.

Putri Megawati Soekarnoputri itu juga meminta para menteri bahu membahu membantu program presiden yaitu memulihkan ekonomi pasca pandemi.

“Mari kita satukan energi bangsa bisa mengatasi tantangan ekonomi saat ini, agar semua bisa bersama-sama memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi transisi Covid-19,” pungkas Puan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara terkait wacana perpanjangan masa jabatan Presiden.

Ia meminta tidak ada lagi menteri-menteri yang berbicara mengenai hal tersebut.

“Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan mengenai penundaan atau perpanjangan,” kata Jokowi dikutip di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/4/2022).

Jokowi juga meminta kepada para menteri untuk memiliki sensitifitas tinggi terhadap kesulitan yang tengah terjadi.

Menurutnya, para menteri juga harus bisa menjelaskan langkah apa saja yang telah diambil oleh pemerintah dalam menghadapi masalah tersebut dengan baik.

“Jelaskan situasi global yang sedang sangat sulit, sampaikan dalam bahasa rakyat dan langkah langkah yang sudah diambil pemerintah,” ucapnya.

(pojoksatu)

loading...

Feeds