Satgas Pangan Polri Bilang Begini Soal Kelangkaan Minyak Goreng

Pedagang merapihkan dagangan bahan pokok minyak goreng curah di pasar Cibogo, Kota Bandung, Senin (15/11/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

Pedagang merapihkan dagangan bahan pokok minyak goreng curah di pasar Cibogo, Kota Bandung, Senin (15/11/2021). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri terus mengawasi peredaran minyak goreng di pasar. Polri mendorong produsen minyak goreng agar tidak mengurangi produksi. Sedangkan distributor harus mempercepat penyaluran.

Kepala Satgas Pangan Polri, Irjen Pol Helmy Santika mengungkapkan, kelangkaan minyak goreng di dalam negeri beberapa waktu terakhir lebih disebabkan oleh terhambatnya distribusi. Selain itu, pelaku usaha juga mengurangi produksinya.

“Kelangkaan minyak goreng juga disebabkan adanya indikasi aksi borong dan penyimpanan stok dalam jumlah di atas rata-rata kebutuhan bulanan, kemudian dijual kembali oleh reseller atau spekulan dengan harga di atas ketentuan,” kata Helmy kepada wartawan, Minggu (20/3/2022).

Menurut dia, kondisi itu menyebabkan terhambatnya proses distribusi sehingga terjadi kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng terjadi.

“Untuk mengatasinya, Satgas Pangan melakukan terus monitoring di lapangan untuk mengetahui hambatan distribusi,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan, Staf Ahli Kapolri Bidang Manajemen ini menegaskan, Polri mendukung kebijakan pemerintah dalam menjamin pasokan dan menjaga stabilitas harga pangan.

“Satgas Pangan Polri dibentuk oleh Kapolri sebagai wujud kepedulian Polri mendukung pemerintah dalam upaya menjaga stabilitas pangan, baik harga, ketersediaan maupun distribusi, melalui sinergitas dengan pemangku kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendiskusikan, mencari akar masalah dan solusi,” tandasnya.

(jpg)

loading...

Feeds