Depelover GSR Didemo, Warga Tuntut Perbaikan Lingkungan Perumahan

DEMO: Suasana warga GSR yang mendemo pihak developer di gerbang dengan mendapatkan pengawalan dari para petugas. Sabtu (19/3/2022). (Foto/Deden Kusdinar/Radar Bandung).

DEMO: Suasana warga GSR yang mendemo pihak developer di gerbang dengan mendapatkan pengawalan dari para petugas. Sabtu (19/3/2022). (Foto/Deden Kusdinar/Radar Bandung).

KABUPATEN BANDUNG – Untuk yang sekian kalinya warga perumahan Green Sukamanah Residence (GSR), Rancaekek melakukan aksi unjuk rasa terhadap Developer GSR, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Kedatangan sejumlah warga perumahan GSR tersebut
sekaligus melakukan orasi di depan gerbang dengan membawa sejumlah baligo bertuliskan tuntutanya.

Hal tersebut dilakukan di pintu gerbang kantor pemasaran berjalan tertib dengan tak lepas mendapatkan pengawalan dari jajaran Polsek Rancaekek, Polresta Bandung serta anggota TNI dari Koramil Rancaekek.

Usai melakukan orasi sebagai ungkapan tuntuntanya akhirnya beberapa perwakilan dari warga perumahan GSR diterima oleh pihak depelover dalam hal ini diterima oleh Tomy selaku Direktur dari GSR dengan di mediasi oleh Kapolsek serta dari perwakilan dari Koramil Rancakek.

Adapun sebagai tuntutan warga yang ditujukan terhadap pihak pengembang perumahan GSR tersebut ada 6 poin yang disampaikan yakni seperti diungkapkan Bahrudin, Rahmat dkk warga komplek GSR.

“Kami menuntut pihak Developer agar segera menanggulangi secara menyeluruh masalah banjir yang kerap terjadi di komplek GSR,” ujarnya.

“Ke 2 kami menuntut perbaikan pondasi di cluster 1 dan 2. Ke 3 kami menuntut segera perbaikan lampu penerangan(PJU) di jalan masuk GSR ,ke 4 kami menuntut pembangunan pengadaan jalan penghubung di cluster 2, ke 5 kami menuntut perbaikan tembok yang bolong di area GSR serta ke 6 kami menuntut perbaikan pagar masuk GSR,” ujar Bahrudin.

Dalam kesempatan musyawarah yang cukup alot karena merasa terjadi mis komunikasi antara direktur dan warga setempat yang disaksikan pihak kepolisian, serta anggota TNI sebagai perwakilan dari Koramil Rancaekek.

“Namun diakhir musyawarah akhinya terjadi bentuk kesepakatan antara warga dengan direktur GSR tersebut, dimana pihak GSR menyatakan siap akan segera melakukan pengerjaan sebagai tuntutan warga meski menurutnya, pihaknya selama ini merasa telah melaksanakanya namun kurang dikomunikasikan terhadap warga,” katanya.

Sedangkan satu tuntutan dari warga yang tak dapat di putuskan langsung oleh direktur GSR (Tomy) tersebut mengenai berkaitan poin ke 4 yakni. Pengadaan jalan penghubung di cluster perumahan tersebut.

“Harus disampaikan terhadap pimpinan dulu sehingga menunggu keputusan dari pimpinanya,” tutur Tomy.

Sedangkan dalam kesempatanya beberapa perwakilan warga meminta untuk spanduk berisikan poin tuntutnya agar terus bisa dipasang di depan kantor pemasaran sebelum adanya bentuk realisasi atau action dari pihak depelover untuk segera melaksanakan pengerjaan berbagai poin yang dituntut warga GSR.

Demo warga yang di mulai pukul 9.00 Wib berjalan tertib dan warga pun membubarkan diri menunggu tindakan segera pihak Developer guna membenahi lingkungan pemukiman mereka.

(den)

loading...

Feeds