Penantian Panjang Bek Sayap Jajang Sukmara di Tengah Persaingan Internal Persib   

Jajang Sukmara

Jajang Sukmara

Sentuhannya di lapangan membuat alur bola di sektor kanan penyerangan “Maung Bandung” lebih hidup. Kreasianya bersama si anak ajaib, Febri Hariyadi, banyak berbuah gol.

Satu hal yang perlu diketahui di ISC 2016, Jasuk tampil dalam 22 pertandingan dengan torehan tiga asis. Catatan tersebut, membuatnya berada di posisi kedua raja asis Persib setelah Robertino Pugliara.

Memasuki musim 2017, kondisi yang tak jauh berbeda saat tahun 2012 kembali ia dapatkan. Kesulitan menembus skuat utama adalah hal yang dialami Jasuk.

Sampai tiga pertandingan yang telah dilakoni Persib di Liga 1, Jasuk belum sekalipun diturunkan. Bahkan, jelang pertandingan melawan Persegres Gresik United di laga keempat “Maung Bandung”, nama Jasuk tidak disertakan dalam 21 pemain yang diboyong ke Gresik.

Musim 2017, memang menjadi musim yang berat bagi Jasuk. Ia, harus bekerja ekstra keras untuk bisa kembali dipercaya untuk menembus skuat inti Persib. Sebab, Supardi yang sebelumnya hijrah ke Sriwijaya FC kembali ke Bandung.

Selain itu, Persib juga berhasil memulangkan kembali Wildansyah yang pada musim lalu juga merumput bersama Sriwijaya.

Di sisi lain, kebijakan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mewajibkan setiap kesebelasan menjadikan tiga pemain berusia dibawah 23 tahun sebagai starter pun semakin membuat Jasuk berada dalam posisi sulit.

Baca Juga:

Persib Dianakemaskan? Ada Enggak Klub yang Dendanya Sudah Rp 680 Juta?

Bobotoh Ramai-Ramai Kampanye UnfollowPersib. Ada Apa?

Ini Target Striker Anyar Persib Ezechiel N’Doussel di Liga 1 2017

Maklum, sektor bek sayap kanan menjadi salah satu posisi yang kerap dijadikan Djadjang Nurdjaman untuk menggenapi regulasi soal tiga pemain muda. Ya, di posisi tersebut Djadjang kerap menurunkan pemain muda Henhen Herdiana yang secara tidak langsung menjadi tambahan kompetitor Jasuk.

Kendati demikian, Jasuk enggan terlalu memikirkan persaingan di lini belakang. Menurutnya, persaingan di manapun sama saja. Ia mengaku, dibanding memikirkan persaingan ia memilih fokus mengembangkan permainannya agar bisa dipercaya kembali.

“Saya serahkan kepada pelatih yang penting kita sudah berusaha dan menunjukkan di sesi latihan. Memang di Persib banyak pemain yang berkualitas, tapi saya tidak akan mudah menyerah,” ucap Jasuk.

(pra)

loading...

Feeds