Penantian Panjang Bek Sayap Jajang Sukmara di Tengah Persaingan Internal Persib   

Jajang Sukmara

Jajang Sukmara

Nama Jasuk kemudian menjadi perbincangan di kalangan bobotoh, tatkala ia mampu mencetak gol ke gawang PSPS Pekanbaru di Stadion Si Jalak Harupat.

Gol tersebut, dianggap sebagai pemantik semangat “Maung Bandung” yang selama babak pertama kesulitan untuk memecah kebuntuan. Hasilnya, selepas gol debutnya bersama Persib, ia semakin dielu-elukan bobotoh.

Bahkan, banyak pihak menganggapnya sebagai The Rising Star Persib.

Kegemilangan Jajang memantik perhatian Pelatih Tim Nasional Indonesia U-23. Rachmad Darmawan memberikannya kesempatan mengikuti seleksi.

Saat itu, Indonesia tengah bersiap untuk mengikuti SEA Games 2011 di Jakarta. Sayang, Jasuk gagal menembus skuat utama Tim Garuda, ia kalah saing dengan pemain naturalisasi asal Belanda, Diego Michels.

Setelah tampil gemilang di musim 2011/2012, ia kemudian menjadi prioritas manajemen sebagai pemain yang dipertahankan pada musim berikutnya.

Baca Juga:

Persib Dianakemaskan? Ada Enggak Klub yang Dendanya Sudah Rp 680 Juta?

Bobotoh Ramai-Ramai Kampanye UnfollowPersib. Ada Apa?

Ini Target Striker Anyar Persib Ezechiel N’Doussel di Liga 1 2017

Saat itu, tonggak kepelatihan “Maung Bandung” sudah beralih ke tangan Djadjang Nurdjaman yang sebelumya membesut Pelita Jaya. Pada musim 2012/2013, Jajang harus bekerja ekstra untuk bisa menembus skuat inti Persib.

Maklum, saat itu posisi bek sayap Persib dihuni pemain-pemain sekaliber Supardi Nasir dan Tony Sucipto.

Jajang, kalah saing hingga akhirnya ia lebih banyak duduk di bangku cadangan. Kondisi tersebut, terjadi hingga musim 2013/2014, saat Persib memastikan diri keluar sebagai juara pada akhir musim kompetisi tersebut.

Entah apa yang terjadi dengan Jasuk saat itu. Beberapa spekulasi bermunculan, ada yang menyebut Jasuk mengalami penurunan performa sampai sulit bersaing dengan Supardi yang merupakan bek sayap langganan tim nasional.

Apalagi, duet Supardi dan M. Ridwan di sektor kanan sangat diandalkan sebagai poros serangan Persib.

Namun, kondisi berubah saat gelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Setelah tonggak kepelatihan Persib beralih dari Dejan Antonic kembali kepada Djadjang Nurdjaman, kesempatan bermain bagi Jasuk di turnamen jangka panjang pengganti turnamen itu kembali ia dapatkan.

loading...

Feeds