POJOKBANDUNG.com, PERSIB – Kompetisi Liga Indonesia musim 2011 mungkin menjadi momen indah bagi bek sayap Persib Bandung, Jajang Sukmara.
Pada medio tersebut, Jajang yang baru promosi ke tim senior “Maung Bandung” langsung mendapatkan kepercayaan penuh dari arsitek Persib kala itu, Drago Mamic, untuk menembus skuat inti.
Saat itu, jelang laga tandang menghadapi Persidafon Dafonsoro, Persib mengalami krisis bek sayap kiri setelah Muhammad Nasuha cedera.
Sebenarnya, Mamic memiliki opsi lain untuk memainkan Tony Sucipto. Sayang Tony harus mengisi kekosongan pos gelandang bertahan yang ditinggalkan Robbie Gaspar yang juga mengalami cedera.
Mamic hanya memiliki pilihan untuk memainkan Wildansyah atau Jajang Sukmara.
Baca Juga:
Persib Dianakemaskan? Ada Enggak Klub yang Dendanya Sudah Rp 680 Juta?
Bobotoh Ramai-Ramai Kampanye UnfollowPersib. Ada Apa?
Ini Target Striker Anyar Persib Ezechiel N’Doussel di Liga 1 2017
Wildan, tentu menjadi pilihan yang dianggap lebih realistis karena memiliki pengalaman yang jauh lebih baik ketimbang Jajang. Namun, Mamic memiliki pandangan lain karena ia justru lebih memilih Jajang untuk menempati posisi yang ditinggalkan Nasuha.
Makin Mengerucut! Malam-malam Enam Partai Ini Bertemu Untuk Bikin Poros Baru Pilgub Jabar – Pojok Bandung https://t.co/veBXpXbsKn
— Pojok Bandung (@pojokbandung2) August 22, 2017
Keputusan yang membuat jidat bobotoh berkedut, namun kepercayaan Mamik, tak disia-siakan pemain yang akrab disapa Jasuk itu.
Ia mampu tampil impresif, yang kemudian membuat pelatih berkebangsaan Kroasia itu terus memberikan kesempatan bagi Jasuk menunjukkan kapabilitasnya sebagai pemain muda potensial, maklum saat itu ia masih berusia 23 tahun.



















