POJOKBANDUNG.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) meraih nilai positif dalam hasil survei Opinion Leaders: Kepemimpinan Nasional Demokratik-Transformatif yang dirilis lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada September 2026.
Dalam survei bertema pemetaan kualitas kepemimpinan nasional jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 tersebut, KDM membukukan skor rata-rata kualitas tokoh sebesar 7,0 dari skala 0–10.
Capaian ini menempatkan mantan Bupati Purwakarta tersebut sejajar dengan sejumlah tokoh nasional papan atas seperti Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Pramono Anung Wibowo, dan akademisi hukum Zainal Arifin Mochtar, berada di bawah posisi puncak yang diraih Mahfud MD dengan skor 7,6.
Survei ini melibatkan 200 responden terkemuka yang dipilih melalui metode snowballing, terdiri dari 166 akademisi/ilmuwan serta 34 jurnalis senior. Beberapa nama pakar yang masuk dalam jajaran responden di antaranya Prof. Komaruddin Hidayat, Prof. Hikmahanto Juwana, Prof. Dewi Fortuna Anwar, Prof. Asvi Warman Adam, serta peneliti politik Kuskridho Ambardi.
Secara rinci, KDM menempati peringkat ketiga nasional pada indikator kemampuan bekerja, ketegasan, dan pengambilan keputusan dengan skor 7,3, hanya membuntut di belakang Mahfud MD (7,6) dan Basuki Tjahaja Purnama (7,4).
Selain itu, KDM memperoleh skor 7,2 pada indikator pluralis-inklusif serta akseptabilitas publik, skor 7,1 untuk aspek empati, dan skor 7,0 pada komitmen terhadap demokrasi. Sementara untuk indikator integritas serta kapabilitas kompetensi, KDM masing-masing mengantongi nilai 6,7.
Pendiri SMRC, Prof. Saiful Mujani, menyoroti secara khusus fenomena capaian Gubernur Jawa Barat tersebut. Menurut Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, terdapat keselarasan yang sangat kuat antara persepsi positif dari kalangan opinion leaders (pakar) dengan tingkat penerimaan (preference) masyarakat luas terhadap KDM.
Dalam studi ini, evaluasi positif dari para opinion leader sejalan dengan preferensi publik secara umum terhadap Dedi Mulyadi. Di berbagai survei nasional, tingkat kesukaan publik terhadap KDM konsisten berada di atas 90 persen.
“Tidak banyak figur nasional yang memiliki kesejajaran kuat antara penilaian elit pakar dan evaluasi massa seperti Dedi Mulyadi,” ujar Saiful Mujani.
SMRC menegaskan, studi ini dirancang untuk memberikan preferensi pembanding yang objektif bagi publik berbasis konsep kepemimpinan demokratik-transformatif, serta bersifat deskriptif mencerminkan penilaian akademis responden yang terlibat.



















