POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Sebuah truk bermuatan susu diduga mengalami rem blong hingga memicu kecelakaan di kawasan dekat Curug Pelangi, Jalan Kolonel Masturi, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (9/10/2026). Peristiwa itu sempat menyebabkan arus mobilitas pengendara menjadi terhambat.
Truk tangki tersebut dilaporkan menyeruduk bagian ekor sebuah mobil yang tepat berada di depannya. Guna meminimalisir tabrakan beruntun yang lebih fatal, sopir truk secara spontan membanting setir dan menghantam ke arah pembatas jalan besi (guardrail), hingga membuat pembatas tersebut ringsek dan melengkung.
Nani (58), salah satu saksi mata kejadian tersebut mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, sebelum masuk waktu shalat Jum’at. Dirinya dibuat kaget dan shock ketika menyaksikan insiden tersebut. Ia juga mengaku suara yang dihasilkan dari tubrukan tersebut cukup keras hingga menghasilkan getaran.
“Tadi pas kecelakaan itu pas bareng sama jum’atan, kalau ngga salah pas beres adzan, tiba-tiba truk dari arah atas udah nabrak mobil merah, ngilu sama kaget juga lihatnya ngeri,” katanya.
Perkataan Nani, dibenarkan oleh pihak kepolisian yang segera turun ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan mengatur lalu lintas yang sempat tersendat.
Kanit Patrolli Polse Cisarua, Sukma, membenarkan adanya insinden kecelekaan yang melibatkan dua kendaraan tersebut. Dirinya mengatakan pada saat itu truk bermuatan susu tersebut sedang menuju arah pulang setelah selesai mengantarkan muatannya ke lokasi tujuan.
“Saat ini telah terjadi insiden kecelakaan oleh truk muatan yang melibatkan satu buah mobil brio berwarna merah. Truk pada saat itu sedang menuju arah balik dari arah Cimahi dan melintasi jalur Kolmas ini,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penyebab utama peristiwa tersebut masih belum ditemukan secara pasti. Sukma mengatakan bahwa untuk dugaan sementara, sopir truk menegmudi dala keadaan kurang fokus sehingga laju kendaraan tidak bisa ia kendalikan secara benar.
“Ya, untuk sementara diduga bahwa sopir melaju dengan cepat sehingga tidak terkontrol, mungkin lalai, atau ngantuk, tapi masih belum bisa dipastikan secara fiks apa yang menjadi penyebab utama, apakah karena rem blong atau yang lain,” tuturnya.
Atas peristiwa tersebut, sopir truk dilaporkan mengalami luka sobek pada bagian wajah akibat dari benturan keras. Warga yang berada dekat di lokasi kejadian pun langsung bergegas mengevakuasi korban dan sementara membawanya ke Rumah Sakit Jiwa yang berada di Jalan Kolonel Masturi, guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pihak Polsek Cisarua memastikan tidak ada korban jiwa selain sopir truk dalam peristiwa ini. Kendaraan yang terlibat kini telah ditangani oleh pihak terkait. Sukma juga menambahkan atas kejadian tersebut, total kerugian mencapai kurang lebih Rp200 juta.
“Untuk korbam sudah kami pastikan tidak ada, hanya sopir truk yang memang mengalami benturan, untuk sopir mobil yang tertabrak, alhamdulillah tidak mengalami luka-luka. Kalau kerugian tadi saya sempat nanya itu sampai kisaran 200 juta,” tandasnya. (ASP/job)




















