POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengingatkan para kepala desa agar terus berkontribusi bagi masyarakat, meski masa jabatan telah berakhir. Pengabdian kepada masyarakat, menurutnya, tidak terbatas pada jabatan, tetapi dapat dilakukan melalui berbagai peran di lingkungan desa.
Pesan tersebut disampaikan Dony saat bersilaturahmi dengan sejumlah kepala desa yang akan purna bakti dan kepala desa yang masih menjabat di Kecamatan Tanjungkerta, di Ruang Tengah Gedung Negara, Selasa (13/10/2026).
Dony mengapresiasi kerja keras para kepala desa dalam menjalankan pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong pembangunan di wilayah masing-masing.
Menurutnya, berbagai hasil pembangunan desa menjadi bukti kontribusi kepala desa selama menjalankan amanah. Mulai dari pembangunan jalan dan irigasi, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), hingga dukungan terhadap sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Ia menilai, capaian tersebut tidak hanya berupa pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Karena itu, kepala desa yang telah menyelesaikan masa jabatan diharapkan tetap mengambil peran dalam pembangunan desa. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama memimpin dinilai dapat menjadi bekal untuk membantu masyarakat, termasuk melalui saran dan masukan bagi pemerintah desa.
“Berhenti dari jabatan bukan berarti berhenti mengabdi atau berhenti berkarya. Ada banyak cara untuk terus memberikan manfaat, di mana pun kita berada,” ujar Dony.
Sementara bagi kepala desa yang masih menjabat, ia meminta agar amanah pemerintahan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pemerintah desa juga didorong untuk lebih kreatif dalam menyusun program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dony menegaskan, kemajuan desa tidak semata-mata ditentukan besarnya anggaran. Kemampuan menggali potensi lokal, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong juga menjadi faktor penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), lanjutnya, perlu dibarengi dengan perencanaan program yang tepat sasaran agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas.
Selain menekankan keberlanjutan pembangunan desa, Dony meminta pemerintah desa di Kecamatan Tanjungkerta turut menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Digital.
Ia meminta sosialisasi dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat memahami mekanisme pemilihan dan dapat berpartisipasi dengan baik.
Menurutnya, penerapan sistem digital merupakan bagian dari upaya memodernisasi tata kelola pemerintahan desa. Terlebih, Kabupaten Sumedang telah menerapkan sistem e-Office Desa sebagai salah satu bentuk digitalisasi pelayanan dan administrasi pemerintahan desa.
“Pilkades Digital ini bukan hal yang sepenuhnya baru. Kita juga sudah memiliki dukungan sistem pemerintahan desa digital, salah satunya e-Office Desa. Jadi, tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan,” katanya.
Dony menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pilkades Digital yang diharapkan menjadi salah satu percontohan di tingkat provinsi.
Sementara itu, Camat Tanjungkerta Indra Wahyudinata menyebutkan, terdapat tujuh desa di wilayahnya yang akan mengikuti Pilkades Digital dengan total 19 calon kepala desa.
Pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan panitia pemilihan untuk memastikan tahapan persiapan berjalan sesuai rencana. Sosialisasi kepada masyarakat juga akan terus diintensifkan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang.
Indra berharap pelaksanaan Pilkades Digital dapat berlangsung lancar dan melahirkan pemimpin desa yang memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan masyarakat.
“Kami berharap pelaksanaan Pilkades ini berjalan lancar dan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin desa yang mencintai masyarakatnya serta memiliki komitmen untuk membangun desa,” katanya. (jim)



















