POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG — Persib Bandung menghadapi ujian penting saat menjamu wakil Vietnam, The Cong-Viettel FC, pada matchday kedua Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (14/10/2026) pukul 19.15 WIB.
Di tengah jadwal pertandingan yang padat, pelatih Persib Bandung Igor Tolic dituntut cermat menentukan komposisi pemain demi menjaga peluang meraih kemenangan.
Persib Bandung datang dengan modal positif setelah menundukkan FC Seoul 1-0 di Korea Selatan pada pertandingan pertama. Kemenangan tersebut menempatkan Persib di puncak klasemen sementara Grup E dengan tiga poin.
Bermain di kandang sendiri membuka peluang bagi Persib untuk memperkuat posisinya. Namun, keuntungan tersebut harus diimbangi kesiapan fisik dan mental pemain yang terus diuji oleh padatnya agenda kompetisi domestik dan Asia.
Tolic tidak ingin terburu-buru menentukan susunan pemain. Ia memilih memberikan waktu pemulihan tambahan sebelum mengambil keputusan mengenai pemain yang akan diturunkan menghadapi tim asal Vietnam tersebut.
“Setelah pertandingan melawan Dewa United, hari ini kami menjalani sesi pemulihan. Besok (pagi ini) kami akan mengadakan pertemuan dan melihat siapa yang siap bermain,” ujar Tolic.
Persib memberikan tambahan waktu istirahat selama 24 jam kepada pemain. Menurut Tolic, kondisi aktual pemain menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan komposisi tim.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa Persib tidak semata-mata mengejar kemenangan dengan menurunkan pemain yang sama. Di tengah rangkaian pertandingan yang berdekatan, menjaga kebugaran menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan daya saing tim.
Tolic juga menegaskan bahwa Persib tidak membedakan pendekatan berdasarkan nama kompetisi. Tim harus selalu siap menghadapi pertandingan berikutnya tanpa terjebak pada perhitungan klasemen maupun jumlah poin.
“Kami tidak melihat jumlah poin atau klasemen. Kami hanya ingin mengambil keputusan yang tepat terkait pemain, terutama mengenai siapa yang mampu bermain,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa rotasi pemain bukan sekadar persoalan mengganti nama dalam susunan tim. Persib harus memastikan setiap pemain yang tampil memahami kebutuhan permainan dan mampu menjalankan tugasnya.
Tantangan itu semakin besar karena The Cong-Viettel bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Tim besutan Velizar Popov tersebut mengawali kiprahnya di Grup E dengan hasil imbang 1-1 melawan Melbourne Victory.
Hasil tersebut membuat The Cong-Viettel tetap memiliki peluang bersaing di papan atas. Menghadapi Persib di kandangnya, tim Vietnam itu berpeluang memberikan tekanan melalui permainan terorganisasi dan transisi cepat.
Tolic mengakui lawannya mempunyai kualitas yang patut diwaspadai. Menurut dia, The Cong-Viettel memiliki pemain lokal yang bagus, pemain asing berkualitas, serta pelatih yang memahami kebutuhan tim.
“Tim ini sangat terorganisasi dan sulit dibobol. Jadi, saya pikir pertandingan nanti akan menjadi tantangan besar bagi kami karena mereka adalah tim yang bagus,” ujar Tolic.
Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa Persib tidak hanya perlu mengandalkan dukungan suporter dan reputasi sebagai juara kompetisi domestik. Kedisiplinan dalam membangun serangan dan menjaga keseimbangan pertahanan akan menentukan jalannya pertandingan.
Velizar Popov pun memberikan penilaian tinggi terhadap kekuatan Persib. Pelatih The Cong-Viettel itu menyoroti kualitas individu dan kedalaman skuad Pangeran Biru yang dinilainya mampu menjadi pembeda dalam pertandingan tingkat Asia.
Popov merujuk pada kemenangan tandang Persib atas Cebu dan Port FC. Menurut dia, hasil tersebut memperlihatkan kemampuan Persib menghadapi tekanan di kandang lawan.
“Persib bukan hanya salah satu tim terbesar di Indonesia, tetapi juga di Asia. Kami tahu pertandingan nanti akan sangat sulit,” kata Popov.
Ia juga menilai Persib memiliki banyak pemain kelas atas. Salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus adalah Marc Klok, gelandang yang telah lama dikenalnya.
“Kedalaman skuad mereka sangat menarik. Ada banyak pemain berkualitas tinggi. Beberapa pemain sudah saya kenal sejak lama, seperti Marc Klok, yang merupakan pemain kelas atas,” ujar Popov.
Selain Klok, Popov menyoroti kualitas Persib di sektor penyerangan. Ia mengaku telah mempelajari empat pertandingan terakhir Persib untuk menyusun pendekatan taktik yang tepat.
“Kami akan berusaha menerapkan taktik agar bisa bersaing. Namun, semuanya akan bergantung pada apa yang terjadi di lapangan dan kualitas para pemain,” katanya.
Analisis tersebut menjadi sinyal bahwa The Cong-Viettel tidak akan datang ke Bandung hanya untuk bertahan. Popov perlu menemukan cara meredam serangan Persib sekaligus memanfaatkan celah yang muncul ketika tuan rumah kehilangan bola.
Di sisi lain, Tolic tidak ingin timnya terpaku pada satu pola permainan. Ia menegaskan bahwa pendekatan Persib akan menyesuaikan ruang dan kelemahan yang ditunjukkan lawan selama pertandingan.
“Jika ada ruang di belakang pertahanan lawan, kami akan memanfaatkannya. Jika ada ruang untuk bermain langsung ke depan, kami akan melakukannya. Jika tidak ada ruang, kami akan mencari cara lain,” ujar Tolic.
Bagi Tolic, formasi awal bukan satu-satunya penentu keberhasilan sebuah tim. Pergerakan pemain, kualitas pengambilan keputusan, dan pemahaman terhadap tujuan permainan menjadi faktor yang lebih menentukan setelah pertandingan dimulai.
Ia menjelaskan, tugas pelatih adalah memastikan pemain memahami apa yang ingin dicapai bersama. Setelah itu, pemain harus mampu membaca situasi dan mengambil keputusan sesuai kebutuhan di lapangan.
Pandangan tersebut relevan ketika Persib menghadapi tim dengan organisasi permainan yang kuat. Kemampuan mengubah pendekatan tanpa kehilangan keseimbangan dapat menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Persib juga membutuhkan efektivitas di depan gawang. Menghadapi lawan yang disiplin, peluang yang tercipta tidak boleh terbuang percuma karena kesalahan penyelesaian akhir dapat memberikan kesempatan kepada tim tamu untuk mengambil alih momentum.
Di sektor tengah, peran Klok menjadi salah satu perhatian. Pengaturan tempo dan distribusi bola akan membantu Persib mengurangi ruang bagi lawan untuk melancarkan serangan balik.
Namun, kemampuan mengendalikan pertandingan tidak hanya bergantung pada satu pemain. Koordinasi antarlini dibutuhkan agar Persib dapat mempertahankan tekanan sekaligus mengantisipasi perubahan pola serangan The Cong-Viettel.
Dukungan Bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat juga diharapkan menjadi tambahan energi bagi tuan rumah. Tolic menyadari besarnya peran suporter dalam perjalanan Persib sepanjang musim ini.
“Bobotoh luar biasa sepanjang musim ini. Mereka terus mendukung kami dan datang dalam jumlah besar ke pertandingan,” kata Tolic.
Ia berharap Bobotoh tetap memberikan dukungan dalam situasi baik maupun buruk. Menurut dia, perjalanan Persib bukan hanya milik pemain dan pelatih, melainkan juga seluruh staf serta suporter.
“Kita semua adalah satu kesatuan. Kita semua adalah Persib Bandung. Untuk pertandingan besok hingga sisa musim nanti, kita akan selalu bersama,” ujarnya.
Kemenangan atas The Cong-Viettel akan membawa Persib mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan memperkuat posisinya dalam persaingan Grup E. Sebaliknya, kehilangan poin di kandang dapat membuat persaingan menuju fase berikutnya semakin terbuka.
Dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih dan lawan yang memiliki organisasi permainan kuat, Persib membutuhkan lebih dari sekadar keunggulan kualitas individu. Ketepatan rotasi, kedisiplinan taktik, dan efektivitas penyelesaian akhir akan menentukan apakah Pangeran Biru mampu melanjutkan awal positifnya di Asia. (pra)



















