Keterlaluan…Anak Tiri Tusuk Ibu hingga Tewas di Panyileukan

Polisi mendatangi lokasi kejadian penusukan Apriyanti (53) oleh anak tirinya di Jalan Pamitran VI, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Minggu (27/9/2026).Foto : M Habibie/ Radar Bandung/Pojok Bandung

Polisi mendatangi lokasi kejadian penusukan Apriyanti (53) oleh anak tirinya di Jalan Pamitran VI, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Minggu (27/9/2026).Foto : M Habibie/ Radar Bandung/Pojok Bandung

POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Seorang perempuan, Apriyanti (53), meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam di rumahnya di Jalan Pamitran VI, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Minggu (27/9/2026). Dugaan sementara, korban tewas setelah diserang anak tirinya berinisial DH.

Kapolsek Panyileukan, AKP Anang Suryana membenarkan peristiwa tersebut. Polisi telah mendatangi lokasi (TKP) untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan sejumlah bukti terkait kejadian.

“Betul telah terjadi tindak Pidana penusukan terhadap Apriyanti yang diduga dilakukan oleh DH,” kata dia saat dikonfirmasi Senin (28/9/2026).

Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 17.30 WIB. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, DH sebelumnya berada di lantai dua rumah. Tidak lama kemudian, dia turun ke lantai bawah dengan membawa sebuah kater dan alat kejut listrik.

Rumah yang ditempati korban dan terduga pelaku terdiri atas dua lantai. Bagian depan lantai dasar digunakan sebagai warung yang menyediakan makanan ringan, minuman kemasan, serta sejumlah kebutuhan sehari-hari. Saat kejadian berlangsung, hanya korban dan DH yang berada di dalam rumah. Setelah turun dari lantai atas, DH menghampiri korban dan diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.

“Tak lama kemudian lalu DH menusuk leher, perut, pelipis kanan dan mata kanan,” kata dia.

Korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh. Kondisinya kemudian memburuk hingga akhirnya meninggal dunia. Setelah kejadian, DH disebut berada di sebuah ruangan yang terletak di bagian belakang warung.

Akibatnya, korban mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh yang ditusuk menggunakan kater hingga kehilangan nyawanya. Setelah melakukan aksi kejahatannya, DH duduk di ruangan yang berada di belakang warung. Situasi tersebut kemudian diketahui warga sekitar yang merasa curiga dengan kondisi rumah korban. Pada waktu yang hampir bersamaan, suami korban tiba di rumah setelah pulang bekerja.

“Tak lama tetangga datang dan melihat dan tak lama ayah kandung membawa korban ke rumah sakit Ujung Berung,” sebutnya.

Polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Garis polisi saat ini telah terpasang di depan warung yang juga menjadi akses masuk menuju rumah. AKP Anang Suryana mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah pelaku memiliki gangguan kejiwaan atau tidak. Saat ini pihaknya tengah mengumpulkan keterangan pelaku.

“Kami masih penyelidikan belum tes kejiwaan,” katanya.

Kata, AKP Anang Suryana, tak menutup kemungkinan jika DH akan dilakukan tes kejiwaan. Kendati begitu, pihaknya masih mengumpulkan keterangan pelaku dan saksi. Hal ini untuk mengetahui apakah terdapat perilaku DH yang mengindikasikan memiliki gangguan kejiwaan atau tidak.

“Kita penyelidikan dulu. Nanti kita minta keterangan ahli, baru tes psikologi kalau ada indikasi yang mengarah ke gangguan kejiwaan,” ucapnya.

Selain itu, ia menyebut asal muasal barang-barang yang digunakan pelaku masih didalami kepolisian.

“Masih didalami,” tandasnya.(bie)

loading...

Feeds

Ajak Warga Tidak Terprovokasi Sembarang Isu

POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumedang mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, ketenteraman, dan kenyamanan di …