POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Tokoh Nasional, Dahlan Iskan memberikan kuliah umum di depan para ASN (kepala dinas, sekretaris dinas dan para camat) mengenai pentingnya dominasi kepemimpinan dalam kondisi organisasi yang belum berjalan normal.
Menurutnya, pada situasi tertentu, peran pemimpin nomor satu bisa mencapai hingga 80 persen dalam menentukan arah organisasi.
“Dalam kondisi organisasi yang belum normal, peran pemimpin nomor satu harus sangat dominan. Bahkan bisa mencapai 80 persen karena keputusan dan arah organisasi sangat bergantung pada kepemimpinan,” kata Dahlan Iskan saat menjadi narasumber pada Reform Corner Meritokrasi Birokrasi bertema “Mewujudkan Birokrasi Tanpa Sekat untuk Membangun ASN Sumedang yang Gesit, Tuntas dan Berorientasi Hasil” di Aula Tampomas Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (11/5/2026).
Ia menilai kondisi tersebut biasanya terjadi ketika pembagian pekerjaan di dalam organisasi belum berjalan seimbang. Sebagian pegawai mendapatkan beban kerja sangat besar, sementara sebagian lainnya belum memperoleh tanggung jawab yang proporsional.
“Sekarang banyak pegawai yang terus diberikan pekerjaan karena dianggap mampu menyelesaikan tugas. Tetapi di sisi lain, ada juga pegawai yang justru minim pekerjaan,” ungkap Dahlan Iskan.
Menurut Dahlan, kondisi tersebut muncul karena adanya kekhawatiran seorang pemimpin terhadap kegagalan program maupun target organisasi. Akibatnya, tugas cenderung diberikan kepada pegawai yang dinilai paling siap dan mampu bekerja dengan baik.
“Seorang pemimpin pasti memiliki rasa takut apabila program tidak berjalan atau gagal. Karena itu tugas biasanya diberikan kepada pegawai yang dianggap mampu dan selama ini berhasil melaksanakan pekerjaan dengan baik,” ucapnya.
Ia menambahkan, pegawai yang memiliki kapasitas dan loyalitas tinggi sering kali menerima beban pekerjaan lebih besar secara terus-menerus.
Karena itu, pola tersebut harus diimbangi dengan penghargaan yang layak agar tidak menimbulkan ketimpangan maupun kejenuhan di lingkungan kerja.
“Pemimpin yang baik bukan hanya memberi tugas, tetapi juga harus memberikan penghargaan kepada pegawai yang selama ini memikul beban pekerjaan lebih besar,” tuturnya.
Ia menambahkan, bentuk penghargaan dapat diberikan melalui berbagai cara, mulai dari bonus, penghargaan kinerja, kesempatan promosi jabatan hingga pengembangan karier.
“Kalau seseorang terus diberi tanggung jawab besar, maka harus ada apresiasi yang setimpal. Bisa dalam bentuk bonus, promosi jabatan ataupun penghargaan lainnya agar motivasi kerja tetap terjaga,” sebutnya.
Ditempat yang sama, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan, Forum ini menjadi ruang bagi Pemda Sumedang untuk terus melakukan continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi.
“ASN tidak boleh berhenti berinovasi dan harus terus meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Dony.
Ia meyakini kehadiran Dahlan Iskan akan memberikan banyak inspirasi, motivasi dan pengalaman berharga bagi ASN Sumedang. Terlebih pengalaman dan inspirasi luar biasa dari beliau sehingga emakin banyak interaksi, semakin banyak pula motivasi dan pembelajaran yang bisa kita dapatkan.
Ia juga menyinggung keberhasilan Dahlan Iskan dalam melakukan reformasi besar di tubuh PLN yang dinilai mampu mengubah budaya kerja dan kebiasaan lama menjadi lebih baik.
“Merubah sebuah kebiasaan menjadi lebih baik itu tidak mudah. Perlu perubahan mindset. Karena itu forum ini hadir untuk membangun pola pikir ASN agar semakin baik dan siap menghadapi tantangan. Saya berharap ASN Sumedang mampu membangun birokrasi yang lebih terbuka, kolaboratif, cepat, tuntas dalam bekerja, serta berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat,” pungkas Dony. (jim)


















